Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menengok Rahasia Aroma Cuan Ucok Durian

Kompas.com, 7 Juli 2024, 17:51 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Bagi penggemar buah durian alias duren, nama Ucok Durian mungkin tidak asing terdengar. Toko durian yang berada di Jalan Haji Wahid Hasyim, Kota Medan, ini sudah banyak dikenal oleh pecinta durian, bahkan sampai ke luar negeri.

Tak heran, kalangan pejabat negara seperti Presiden Joko Widodo pernah singgah ke Ucok Durian untuk menikmati durian di toko ini.

Sang pemilik, Zainal Abidin Chaniago mengatakan, kesuksesan bisnis Ucok Durian tentu dia raih tidak secara instan. Usaha yang sudah ia rintis sejak 1985 silam ini bermula dari saat dia berjualan durian di pinggir jalan Kota Medan.

Baca juga: Cuaca Buruk, Pasokan Durian dari Asia Tenggara Bakal Turun 20 Persen

Namun, berkat kegigihannya, pria yang kerap dipanggil Ucok ini berhasil mengembangkan bisnisnya, sampai bisa menghasilkan omzet dengan nilai yang fantastis. Saban bulan, rata-rata Zainal bisa meraup omzet Rp 1 miliar.

"Omzet tergantung musimnya. Tidak menentu. Kalau musim sekarang, bisa mencapai Rp 35 juta per hari," ungkap Zainal sebagaimana dikutip dari Kontan, Minggu (7/7/2024).

Meski usaha duriannya telah terkenal dan menjadi ikon pariwisata Medan, Zainal enggan untuk membuka cabang, baik di dalam maupun luar Kota Medan.

Maklum saja, meski memiliki karyawan, Ucok selalu datang ke tokonya dan menyortir secara langsung durian untuk para pelanggan yang datang ke gerai.

Baca juga: Kebun Durian Warso Farm di Bogor: Daya Tarik, Jam Buka, dan Rute

Hal ini, Zainal lakukan karena ingin memastikan durian yang Ucok Durian sajikan kepada para pelanggan merupakan durian yang benar-benar punya kualitas yang terbaik.

"Di sini saja aku repot, karena turun langsung tiap malam," katanya.

Jaminan Rasa Enak

Salah satu jaminan yang diberikan oleh Zainal adalah rasa durian yang enak. Pengunjung yang merasa durian yang disuguhkan tidak enak, bisa minta ganti dengan durian lain tanpa biaya tambahan.

Nah, durian yang kualitas kurang bagus tersebut akan ia jual lagi untuk dijadikan es krim maupun dodol durian.

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Gelar Lomba Kupas Buah Durian

"Kalau di sini, makan durian tidak enak dan tidak bagus, ya, tukar. Kalau tidak mau menukar, salah konsumennya. Kami menyarankan tukar," terang Ucok.

Durian yang Ucok Durian jual memang terkenal dengan cita rasanya yang manis, legit, dan pahit. Selain itu, daging buahnya juga sangat tebal bertekstur lembut.

Zainal mengaku, dirinya telah bekerjasama dengan beberapa petani di Sumatra untuk memastikan ketersediaan stok durian. Lantaran, durian asal pulau dengan sebutan Andalas tersebut memiliki cita rasa yang manis, legit, dan pahit.

"Khas durian Sumatra banyak pahitnya, legit, dibandingkan dengan durian lain. Di sini juga jarang busuk," ujar Zainal.

Dengan kekhasan rasa durian Sumatra tersebut, tak heran, Zainal bisa menjual minimal 1.000 buah durian per hari. Untuk harga, durian yang Ucok Durian tawarkan, angkanya beragam. Mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah per biji, tergantung ukuran. (Kontan.co.id/Dendi Siswanto)

Artikel ini diambil dari Kontan.co.id dengan judul: Wangi Cuan Ucok Durian Berkat Durian Sumatra

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau