Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Jalin Kerjasama Bisnis B2B dengan Hotel dan Kafe

Kompas.com - 11/10/2024, 17:00 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Herbor.id merupakan salah satu brand lokal yang menjual variasi buah kering mulai dari buah lemon, buah naga, jeruk, jeruk nipis, dan masih banyak lagi.

Buah kering ini biasa dijadikan cemilan, infused water, hingga garnish untuk hidangan. Itu sebabnya selain menjangkau pelanggannya, Herbor.id juga banyak melakukan kerjasama Business to Business (B2B) dengan beberapa pihak lain.

Owner Herbor.id, Upit Pitrianingsih (40) mengatakan, bisnisnya ini sudah berjalan sejak November 2020. Saat ini, kapasitas produksi mereka menyanggupi hingga 1.500 pack perhari. Namun, mereka menyesuaikan jumlah produksi berdasarkan pre-order.

Baca juga: Pahami Strategi Kembangkan Bisnis Ekspor Buah Segar

Saat berbincang dengan Kompas.com, Upit bercerita bahwa dari awal membangun bisnis ini ia banyak melakukan kerja sama B2B. Khususnya dengan hotel dan cafe yang memang sering menggunakan produk buah kering tersebut.

"Ya, dari awal sebetulnya kita banyak bekerjasama sama B2B, sama hotel dan kafe. Ada beberapa hotel bintang 3, 4, dan 5. Aku enggak bisa sebutin namanya ya, tapi salah satu hotel terkenal di Jakarta," kata Upit, Rabu (9/10/2024).

Lebih lanjut Upit membagikan tips untuk UMKM yang juga ingin menjalin kerja sama Business to Business (B2B). Usut punya usut, agar B2B bisa langgeng dan saling menguntungkan Upit memerhatikan beberapa hal ini.

Baca juga: Mengintip Perjalanan Bisnis Mochibo, Mochi Isian Buah Pala Oleh-oleh Khas Bogor

Buat Keunikan dan Loyalitas

Dalam kerja sama B2B-nya ini, Upit mengaku berkolaborasi dengan pihak hotel untuk mengembangkan produk bersama. Upit akan menyesuaikan kebutuhan dari pihak hotel atau kafe, menurutnya ini salah satu keunikan Herbor.id dalam menjalin kerja sama B2B.

Seperti yang diketahui biasanya di hotel, restoran, atau cafe banyak menyediakan menu minuman dengan campuran buah di dalamnya. Seperti lemon teainfused water, mixology, minuman kekinian, dan mocktail.

Namun ternyata, banyak dari mereka yang ingin menggunakan potongan buah dengan diameter tertentu. Dari sini, Upit menerima custom sebagai bentuk keunikan dan loyalitas Herbor.id.

"Kami coba mengakomodir kebutuhannya mereka, jadi bisa custom ukuran atau mungkin diameter. Biasanya B2B hotel dan cafe ini karena mereka suka pakai buah kering untuk garnish," lanjut Upit.

Baca juga: 5 Ide Bisnis Bahan Buah Mangga

Perhatikan Harga

Selanjutnya, Upit juga teliti dalam menentukan harga jika menjalin kerjasama B2B. Hal ini dikarenakan Upit memikirkan berapa keuntungan yang ia dapat dan keuntungan yang akan didapatkan oleh kliennya.

Biasanya, Upit memberikan pebedaan harga jual antara B2B dan harga jual ke pelanggan biasa, karena biasanya para B2B ini membeli untuk bahan baku atau akan diolah untuk dijual lagi oleh mereka.

Lebih lanjut Upit menjelaskan keuntungannya tidak bisa ia samakan seperti retail. Jadi ada perbedaan di harga tetapi harus tetap kompetitif.

"Boleh kalau misalnya harga kita lebih tinggi dari kompetitor atau mungkin dari yang sejenis. Namun, kita harus punya value yang berbeda dengan yang lain itu. Mungkin dari kualitas produknya atau dari sergi servisnya dan lain sebagainya. Nah, itu juga bisa kalaupun kita memang mau harga kita ada di atas harga pasar," jelasnya.

Baca juga: 5 Tips Sukses Membangun Bisnis Keripik Olahan Buah

Komunikasi Dua Arah

Kemudian menurut Upit, agar kerjasama B2B ini bisa langgeng dan menghasilkan uang, ia selalu bangun dan menjaga komunikasi dua arah dengan para klien.

"Kalau B2B itu bukan kita saja yang butuh. Jadi dibangun relationship yang baik antara kita dengan customer B2B. Jadi misalnya dengan purchasing-nya atau dengan hal lain itu dikomunikasikan biar kontraknya itu panjang," papar Upit.

Upit mengharapkan kerja sama B2B itu berjangka panjang dan tidak terputus. Sehingga ia selalu berupaya untuk menjaga komitme. Meskipun ada kontrak yang hanya setahun atau dua tahun, Upit tetap menjalin komunikasi yang baik selama berproses.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau