Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Kompas 100 CEO Forum, Teten Tekankan Pentingnya Intervensi Teknologi untuk UMKM

Kompas.com - 11/10/2024, 20:35 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

Sumber Antara

KALIMANTAN TIMUR, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan pentingnya intervensi teknologi bagi UMKM sebagai langkah strategis dalam membangun industri kecil dan menengah yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Ia juga mengatakan adopsi teknologi oleh UMKM penting guna meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja baru berkualitas.

“Karena kalau kita mau mengulang lagi seperti tahun 80-an, mengundang relokasi industri manufaktur yang labour intensive (padat karya), hari ini dengan penerapan IoT (internet of things) di industri manufaktur, saya tidak terlalu optimistis (bisa menciptakan lapangan kerja),” kata Teten dalam Kompas 100 CEO Forum di Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Jumat (11/10/2024).

"Bahkan di dalam negeri sudah ada perusahaan-perusahaan manufaktur yang menggunakan smart factory, IoT yang sangat minimum membutuhkan tenaga kerja," tambah Teten.

Oleh karena itu, Teten meyakini bahwa UMKM, yang didukung dengan teknologi modern, akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan berkelanjutan.

Baca juga: Kata Jokowi soal Istana Garuda di Kompas 100 CEO FORUM

Selain itu, Teten mengatakan pentingnya mengembangkan industri menengah berbasis keunggulan sumber daya domestik, untuk menciptakan lapangan kerja baru dan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia memandang upaya industrialisasi besar-besaran yang pernah dilakukan pada pertengahan tahun 90-an, dengan mengandalkan investasi asing dan relokasi industri manufaktur, telah terbukti kurang berkelanjutan.

Menurut dia, model bisnis yang mengandalkan tenaga kerja murah dan teknologi impor cenderung bersifat sementara atau biasa disebut sunset industry. Teten mencontohkan, Indonesia pernah mendominasi pasar sepatu olahraga dunia dengan pangsa pasar 20 persen, tetapi kini hanya menyumbang 2 persen.

“Tapi kalau kita membangun hilirisasi dari sumber-sumber daya yang kita miliki, saya yakin inilah industri yang akan berkelanjutan, akan tumbuh,” ucap Teten.

Baca juga: Hadiri Kompas 100 CEO Forum, Jokowi Lepas Landas ke IKN

Sebagai bagian dari upaya hilirisasi, Kemenkop UKM telah membangun beberapa pabrik menengah berupa rumah produksi bersama (RPB) untuk mengolah potensi lokal menjadi produk unggulan yang bernilai tambah tinggi.

Ada 11 RPB yang telah terbangun, antara lain RPB komoditas cabai merah di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara; kulit di Kabupaten Garut; rotan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah; susu di Yogyakarta; kakao di Jembrana, Bali; karet di Tanah Laut, Kalimantan Selatan; garam di Pangkep, Sulawesi Selatan; dan bambu di Manggarai Barat, NTT.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau