Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seminar Bisnis Parfum Digelar 12-13 November di Central Park

Kompas.com, 16 Oktober 2024, 21:00 WIB
Add on Google
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Seminar bisnis parfum bertajuk "The Timeless Journey: Origin & Evolution of Perfumery" akan diadakan pada 12-13 November 2024 di Central Park Mall, Jakarta. 

Seminar tersebut akan menghadirkan perfumer senior asal Paris, Bérengère Bourgarel. Bérengère Bourgarel adalah salah satu maestro di balik seni dan ilmu penciptaan parfum kelas dunia.

Dalam seminar tersebut, Bérengère Bourgarel akan berbagi rahasia di balik parfum kelas dunia. Bérengère telah menguasai seni meramu aroma yang mampu menginspirasi, memikat, dan mengekspresikan kepribadian dan memiliki pengalaman luas di berbagai perusahaan parfum ternama.

Di Indonesia, meskipun kekayaan alam dan budaya mendukung potensi besar dalam industri wewangian, profesi perfumer masih tergolong langka.

Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan talenta lokal dalam bidang perfumery. Untuk bersaing di pasar global, pengembangan profesi perfumer lokal menjadi krusial.

Baca juga: 4 Alasan Mengapa Harus Memulai Bisnis Parfum

Wadah edukasi di bawah naungan PT Mulia Aroma Indonesia (Mulia Aroma), Mulia Origin melihat perlunya memperkuat posisi industri parfum lokal melalui edukasi yang komprehensif. Pasalnya, profesi perfumer yang matang sangat penting untuk menopang industri wewangian yang kompetitif di tingkat global.

“Salah satu tujuan kami adalah mengedukasi dan mencetak perfumer-perfumer lokal yang tidak hanya memahami seni meracik wewangian, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dan kreatif yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar internasional,” ujar Erick Chua, CEO Mulia Aroma Indonesia.

Seminar "The Timeless Journey: Origin & Evolution of Perfumery" tak  hanya memberikan materi parfum, melainkan sebuah langkah awal untuk memperkuat posisi industri parfum Indonesia.

Seminar ini menjadi wadah yang ideal bagi para calon perfumer, pengusaha UMKM, serta pencinta wewangian untuk saling terkoneksi dan bertukar ilmu.

Selain mendapatkan wawasan dari perfumer berpengalaman, peserta juga akan belajar langsung mengenai teknik pencampuran bahan baku parfum, strategi pemasaran, hingga cara mengembangkan bisnis di industri wewangian.

Seminar yang turut menghadirkan masterclass perfumer Paris ini akan membuka jalan bagi para pelaku UMKM untuk tumbuh dan berkembang, sekaligus memperkenalkan lebih banyak produk wewangian lokal yang memiliki nilai budaya tinggi.

Melalui seminar ini, Erick Chua berharap semakin banyak perfumer berbakat lahir di Indonesia, yang mampu membawa kreasi parfum lokal ke panggung global.

"Kami percaya, seminar ini adalah awal dari perjalanan tanpa batas menuju masa depan industri parfum Indonesia yang lebih matang dan profesional. Sehingga, diharapkan kedepannya kami mampu membantu mencetakkan profesi perfumer nasional yang setara dengan standar global," ujar Erick.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran seminar, kunjungi situs resmi Mulia Aroma Indonesia atau media sosial Instagram @muliaaroma.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau