Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Mengandalkan APBN, Menteri UMKM Siap Kolaborasi dngan Stakeholder

Kompas.com - 21/10/2024, 21:48 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)=, Maman Abdurrahman mengaku siap berkolaborasi untuk mengembangkan UMKM di Indonesia. Oleh karena itu, dirinya tak hanya mengharapkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: Profil Maman Abdurrahman, Politisi Golkar yang Ditunjuk Jadi Menteri UMKM

Dalam acara tersebut, Maman memaparkan ingin mengubah satu mindset dalam pengelolaan APBN.

Menurutnya, jika Kementerian UMKM hanya sekedar mengandalkan APBN, berapapun jumlahnya tak mungkin bisa untuk mendorong seluruh UMKM di Indonesia yang jumlahnya mencapai lebih dari 65 juta unit UMKM pada tahun 2024.

Maka dari itu, Maman fokus untuk bagaimana membangun kolaborasi dengan semua pihak baik itu pihak swasta, pihak BUMN kita, dan pihak-pihak dari luar negeri untuk mendorong UMKM.

Baca juga: Di Kompas 100 CEO Forum, Teten Tekankan Pentingnya Intervensi Teknologi untuk UMKM

“Karena pembiayaan-pembiayaan modal ini kan kami tidak bisa hanya sekadar mengandalkan dari dalam negeri, tapi juga pembiayaan-pembiayaan dari luar negeri dalam konteks venture capital dan lain sebagainya, itu juga bagus untuk kita manfaatkan,” ujar Maman, Senin (21/10/2024) dalam acara serah terima jabatan Menteri UMKM di Jakarta, Senin (21/10/2024).

Maka dari itu, Maman juga menyampaikan bahwa Kementerian UMKM jangan hanya mengharapkan APBN, tetapi perlu melihat potensi-potensi di luar sektor APBN dengan memanfaatkan kolaborasi industri-industri besar.

Baca juga: KemenkopUKM dan UGM Berkolaborasi Dampingi UMKM Naik Kelas

Berdasarkan hubungan dan pengalamannya sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dengan beberapa BUMN, pihak swasta, industri besar dan pelaku usaha, Maman yakin mereka siap berkontribusi untuk mendorong dan membantu UMKM ke depannya.

“Saya yakin pada saat mereka dikontak untuk membantu seluruh UMKM, mereka siap dan bersedia. Tinggal nanti dari Kementerian UMKM untuk menata polanya, konsolidasinya, dan koordinasi seperti apa agar output kepada UMKM kita QPI-nya jelas,” pungkas Maman.

Baca juga: Ekspor Komoditas “Rumahan” Dipermudah, Cuan UMKM di Lampung Makin Berlimpah

Maman mengungkapkan bahwa di luar sana banyak orang-orang yang mau berkontribusi dalam membesarkan UMKM Indonesia. Menyambut hal ini, Kementerian UMKM akan mengkonsolidir dan mengkoordinasikan seperti apa pola dan sistemnya.

“Nah itu nanti peran kementerian UMKM, akan coba kami tata semua pihak yang ingin menjadi Bapak Asuh ataupun yang ingin berkontribusi,” ucap Maman.

Sebagai penutup Maman mengatakan mengenai bentuk dan sistem kolaborasinya seperti apa akan dikaji lebih lanjut secara legal, mulai dari aspek hukum dan aspek yang lainnya. Namun secara prinsip, Maman menekankan kolaborasi dengan semua pihak harus lakukan.

Maman Abdurrahman esmi menjabat sebagai Menteri Koperasi setelah ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membantunya dalam Kabinet Merah Putih. Maman menggantikan Teten Masduki yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM) pada masa Presiden Jokowi periode 2019-2024.

Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Menteri Koperasi periode 2024-2029 berlangsung di Kementerian Koperasi pada hari Senin, 21 Oktober 2024.

Pada Kabinet Merah Putih, Prabowo memisahkan Kementerian Koperasi dan UKM. Kementerian Koperasi dipimpin oleh Budi Arie Setiadi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
kalau kemiskinan di entaskan, terus jadi tidak ada orang miskin, tidak ada "wong cilik"........ nanti bisa melenyapkan sebuah partai, ... partainya wong cilik ya ????? 😡😡😡😡😡😡😡 sebab bisa-bisa wong cilik nya sudah tidak lagi jadi wong cilik....

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bertemu PM Hongaria, Netanyahu Bersumpah Hancurkan Poros Iran

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil