Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BNI Tingkatkan Produktivitas Petani Kopi Melalui Jelajah Kopi Khatulistiwa di Temanggung

Kompas.com - 20/12/2024, 14:11 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

TEMANGGUNG, KOMPAS.com — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus melanjutkan program Jelajah Kopi Khatulistiwa (JKK) sebagai bagian dari upaya mendukung petani kopi Indonesia.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Kertosari, Temanggung, Jawa Tengah, pada Kamis (19/12/2024), BNI memberikan bantuan berupa alat dan mesin pengolahan kopi kepada Komunitas Petani Kopi di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Asri.

Baca juga: Sejumlah UMKM Dapat Buyer Asing dalam BNI Expo 2024

Program BNI JKK ini bertujuan untuk menciptakan ekonomi hijau bagi petani kopi yang berorientasi ekspor.

Melalui program ini, BNI memberikan edukasi, kurasi, inkubasi, business matching, serta solusi transaksi perbankan untuk membangun ekosistem finansial komoditas kopi rakyat dari hulu hingga hilir.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk PMO Kopi & Kakao Nusantara Kementerian BUMN yang diwakili Deslaknyo Wisnu Hanjagi, Pemimpin Wilayah BNI Yogyakarta Ariyanto Soewondo Geni, perwakilan Pemerintah setempat, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), Perhutani, Pupuk Indonesia, dan Jamkrindo.

Baca juga: Fasilitasi UMKM Kembangkan Pasar, BNI Akan Gelar Pameran dan Business Matching

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengungkapkan bahwa ekosistem BNI JKK memiliki penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kopi terbesar di Temanggung, yaitu senilai Rp8,65 miliar untuk 117 debitur.

“Melalui bantuan CSR berupa alat dan mesin pengolahan kopi dalam program BNI JKN ini diharapkan dapat mendorong semangat produktivitas para petani kopi di Temanggung,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Baca juga: BNI Xpora Bawa UKM Binaan ke Pameran Shoppe Object NYC 2024

Dalam pelaksanaan Program JKK di Temanggung, BNI menggandeng Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara Kementerian BUMN yang merupakan bagian dari Program Makmur.

Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem yang mengutamakan petani sekaligus mendukung kebangkitan industri kopi nasional.

Okki juga menambahkan bahwa pemberian CSR ini merupakan wujud kepedulian nyata BNI kepada masyarakat petani kopi.

Baca juga: BNI Promosikan Kopi Indonesia di Amerika Lewat Pameran

"Pemberian ini telah diapresiasi oleh Kementerian BUMN dengan pemberian Gold Medal Kategori Creating Shared Value dalam ajang BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMMS) 2024," jelasnya.

Ia pun berharap bantuan alat dan mesin pengolahan kopi ini dapat meningkatkan kemampuan petani dalam mengolah kopi sehingga menghasilkan nilai jual yang lebih tinggi.

“Harapannya dengan bantuan alat dan dan mesin pengolahan kopi, BNI bisa ikut berkontribusi meningkatkan kapabilitas petani dalam mengolah kopi sehingga dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” pungkas Okki.

Baca juga: BNI Siapkan KUR untuk Klaster Kopi agar Go Global

Sejak diluncurkan pada 2022, Program BNI Jelajah Kopi Khatulistiwa telah hadir di lima provinsi, yaitu Kabupaten Humbang Hasundutan (Sumatera Utara), Rejang Lebong (Sumatera Selatan), Garut (Jawa Barat), Jember (Jawa Timur), dan Temanggung (Jawa Tengah). Hingga kini, program tersebut telah membantu 424 petani kopi di berbagai daerah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau