Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hingga Akhir 2024, Total Nilai Ekspor UMKM Binaan BCA Capai Rp37 Miliar

Kompas.com - 24/12/2024, 21:20 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencaatat total potensi nilai ekspor yang berhasil diciptakan UMKM binaan BCA mencapai sekitar Rp37 miliar hingga akhir 2024.

Beberapa komoditas lainnya yang berhasil diekspor antara lain produk kakao bubuk dan olahan cokelat, olahan ikan, kerajinan tangan, produk benih unggulan, produk kacang-kacangan, hingga produk kecantikan.

Adapun negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor antara lain Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jepang, Australia, India, Uni Emirat Arab, hingga Papua Nugini.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, keberhasilan UMKM binaan BCA untuk mengekspor produknya merupakan bukti nyata bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional.

"Lebih dari sekadar ekspor, ini adalah langkah awal untuk memperkenalkan produk Indonesia ke panggung global dan membuka peluang baru yang lebih besar di masa depan. BCA merasa bangga dapat mendampingi perjalanan mereka melalui program UMKM BCA Go Export, yakni sebuah ekosistem yang kami ciptakan untuk mendukung UMKM berkembang dan berdaya saing tinggi," kata Hera dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Terbaru, dua UMKM binaan BCA dari Padang dan Tulungagung melakukan ekspor perdana, masing-masing pada Kamis (28/11/2024) dan Rabu (18/12/2024).

Baca juga: Gelar UMKM Indonesia Go Export 2024, BCA Targetkan 60 UMKM Siap Ekspor

UMKM binaan BCA dari Tulungagung berfokus pada produk furnitur batu alam, dan berhasil mengapalkan ekspor ke Perancis dan Belanda.

Sementara itu, UMKM dari Padang memproduksi olahan rempah-rempah, dan memperoleh kontrak ekspor ke Thailand.

Pelaksanaan ekspor ini merupakan kelanjutan dari program “UMKM BCA Go Export”, sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperluas peran UMKM Indonesia di pasar global.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencaatat total potensi nilai ekspor yang berhasil diciptakan UMKM binaan BCA mencapai sekitar Rp37 miliar hingga akhir 2024. Beberapa komoditas lainnya yang berhasil diekspor antara lain produk kakao bubuk dan olahan cokelat, olahan ikan, kerajinan tangan, produk benih unggulan, produk kacang-kacangan, hingga produk kecantikan.

Adapun negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor antara lain Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jepang, Australia, India, Uni Emirat Arab, hingga Papua Nugini.Dok. BCA PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencaatat total potensi nilai ekspor yang berhasil diciptakan UMKM binaan BCA mencapai sekitar Rp37 miliar hingga akhir 2024. Beberapa komoditas lainnya yang berhasil diekspor antara lain produk kakao bubuk dan olahan cokelat, olahan ikan, kerajinan tangan, produk benih unggulan, produk kacang-kacangan, hingga produk kecantikan. Adapun negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor antara lain Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jepang, Australia, India, Uni Emirat Arab, hingga Papua Nugini.
Sebelumnya, program “UMKM BCA Go Export” telah berhasil mendorong sejumlah UMKM binaan lainnya untuk menembus pasar internasional. Secara total, potensi nilai ekspor yang berhasil diciptakan mencapai sekitar Rp37 miliar hingga akhir 2024.

Program “UMKM BCA Go Export” merupakan bagian dari program pengembangan berkelanjutan ‘Bakti BCA’, khususnya pada pilar Desa Bakti BCA dan Pemberdayaan UMKM.

Program ini telah diselenggarakan sejak tahun 2023 lalu, dan tahun ini BCA berkolaborasi dengan International Chamber of Commerce (ICC) Indonesia.

Selama dua tahun terakhir, total UMKM yang dibina telah mencapai hampir 120 peserta. Sementara itu, lokasi program tersebar pada sejumlah lumbung UMKM terbanyak di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Sumatera Barat.

Baca juga: BCA UMKM Fest 2024 Digelar, Lebih dari 1.200 UMKM Dilibatkan

Dalam pelaksanaannya, Bakti BCA bersama ICC Indonesia terlebih dahulu melakukan pra-kurasi melalui riset pasar dan konsolidasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk-produk UMKM yang berpotensi diminati di pasar global, serta memberikan informasi terkait negara tujuan ekspor dan data konsumen potensial.

Setelah tahap pra-kurasi, UMKM akan melalui proses kurasi, proses penilaian produk berdasarkan kesesuaian lini bisnis, kapasitas produksi, kelengkapan dokumen, hasil verifikasi lapangan, serta kecocokan akan kebutuhan pasar global.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencaatat total potensi nilai ekspor yang berhasil diciptakan UMKM binaan BCA mencapai sekitar Rp37 miliar hingga akhir 2024.

Beberapa komoditas lainnya yang berhasil diekspor antara lain produk kakao bubuk dan olahan cokelat, olahan ikan, kerajinan tangan, produk benih unggulan, produk kacang-kacangan, hingga produk kecantikan.

Adapun negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor antara lain Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jepang, Australia, India, Uni Emirat Arab, hingga Papua Nugini.Dok. BCA PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencaatat total potensi nilai ekspor yang berhasil diciptakan UMKM binaan BCA mencapai sekitar Rp37 miliar hingga akhir 2024. Beberapa komoditas lainnya yang berhasil diekspor antara lain produk kakao bubuk dan olahan cokelat, olahan ikan, kerajinan tangan, produk benih unggulan, produk kacang-kacangan, hingga produk kecantikan. Adapun negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor antara lain Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jepang, Australia, India, Uni Emirat Arab, hingga Papua Nugini.
Setelah semua tahapan tersebut selesai, UMKM yang telah lolos proses kurasi memperoleh pelatihan dan pendampingan dalam mengakses pasar internasional.

Bakti BCA juga mengajak UMKM untuk berpartisipasi dalam ajang promosi bergengsi seperti Trade Expo Indonesia dan BCA UMKM Fest, sekaligus mendampingi proses transaksi dengan calon pembeli dari luar negeri.

Pada akhir tahun 2024, program “UMKM BCA Go Export” telah mencatat peningkatan business matching hingga 10x lipat secara tahunan (year-on-year/YoY).

Baca juga: Dorong Bisnis UMKM, BCA Bantu Fasilitasi Penerbitan 1.000 Sertifikat Halal

Hera menyebutkan, BCA berkomitmen untuk terus mendukung perjalanan UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi pemain utama di pasar global melalui beragam program inklusif.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat program UMKM BCA Go Export, termasuk dalam hal peningkatan kapabilitas pelaku usaha, peningkatan kualitas produk UMKM, serta perluasan akses pasar. Langkah ini adalah bagian dari komitmen kami untuk senantiasa mendorong UMKM menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia yang kuat dan berkelanjutan di masa depan,” ujar Hera.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau