Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa

Kompas.com, 23 September 2025, 10:31 WIB
Nugraha Perdana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Keputusan tegas itu diambil setelah mengalami kerugian akibat sistem yang dianggapnya tidak dapat diandalkan.

Kini, beberapa tulisan "Cash Only" terpampang jelas di etalasenya sebagai penanda utama metode pembayaran.

"Transaksi pernah nyantol (nyangkut). Pembeli sudah transfer dan saldo mereka terdebet, tapi uang tidak masuk ke rekening saya," jelas Lia saat ditemui di tokonya pada Senin (22/9/2025).

Ia menceritakan, insiden pada tahun 2024 yang telah merugikannya. Seorang pelanggan membeli kue dalam jumlah besar senilai Rp 700.000. Notifikasi transaksi yang muncul adalah Transaksi Tertunda.

Mengira pembayaran gagal, transaksi diulang dan berhasil. Namun, setelah pelanggan tersebut mencetak rekening koran, ternyata saldonya terdebet dua kali.

"Mau tidak mau, kami harus mengembalikan uangnya. Kejadian seperti ini terjadi tiga kali, bahkan membuat salah satu pelanggan kami dari Surabaya tidak pernah kembali lagi," tegasnya.

Baca juga: Permudah Pemberian Kredit UMKM, OJK Beri Insentif ke Bank dan LKNB

Selain masalah teknis, Lia juga mengeluhkan potongan biaya atau Merchant Discount Rate (MDR) yang menggerus keuntungannya yang tipis.

"Kami ambil untung per kue itu hanya Rp 250 sampai Rp 500. Kalau masih dipotong lagi, keuntungan kami habis," katanya.

Berbeda dengan Lia, Didik Sapari, pemilik Kedai Kopi Klodjen Djaja dan Kedai Makanan Eng Ing Eng di Pasar Klojen, memilih untuk tetap menggunakan QRIS meskipun menemui kendala. Alasannya sederhana, yakni tuntutan pasar.

Perlu Perbaikan

Menurutnya, mayoritas konsumen lebih menyukai kepraktisan pembayaran non-tunai. Meski begitu, ia mengakui sistem QRIS masih jauh dari sempurna. Didik pernah menjadi korban penipuan oleh pembeli yang menunjukkan bukti transfer palsu.

"Pegawai saya ditunjukkan bukti transfer berhasil, tapi mereka tidak teliti melihat tanggal dan jamnya," ungkap Didik.

Untuk mengantisipasi kerugian, ia menerapkan kebijakan tegas bagi pegawainya, yakni wajib lebih teliti, dan jika ada transaksi QRIS yang tidak masuk, maka akan menjadi tanggung jawab pegawai.

Selain itu, ia telah memasukkan potongan biaya QRIS ke dalam Harga Pokok Penjualan (HPP) produknya. Sebagai pelaku usaha, Didik menuntut adanya perbaikan sistem QRIS yang signifikan.

Baca juga: Transaksi QRIS di Jepang Bisa Pakai GoPay

Ia juga berharap ada aplikasi khusus bagi pedagang untuk melacak dan mengajukan klaim transaksi apabila gagal dengan mudah, serta transparansi penuh mengenai biaya dan waktu penyelesaian dana (settlement).

"Kami butuh jaminan transparansi. Notifikasi harus real-time dan masuk ke berbagai kanal seperti WhatsApp Business, bukan hanya di aplikasi," ujarnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau