Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bangkit dari Pandemi, 12 Desa Wisata di Gunung Kidul Gelar Pasar Kuliner Ramadhan

Kompas.com, 6 April 2022, 09:18 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Sumber Antara

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 12 desa wisata di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar pasar kuliner Ramadhan untuk membangkitkan kegiatan ekonomi masyarakat yang selama dua tahun terakhir sepi karena pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul Arif Aldian di Gunung Kidul mengatakan, pasar kuliner Ramadhan di desa wisata ini, wisatawan dapat membeli makanan untuk berbuka puasa, sekaligus menikmati keindahan kawasan wisata.

"Kami berharap pasar kuliner Ramadhan mampu membangkitkan kembali desa wisata yang sepi pengunjung selama pandemi COVID-19 yang berlangsung dua tahun terakhir. Kami juga berharap pasar kuliner Ramadhan membangkitkan ekonomi masyarakat di kawasan desa wisata," kata Arif seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/4/2022).

Baca juga: Kenali Perilaku Konsumen di Bulan Puasa agar Bisnis Untung

Adapun data desa wisata yang membuka pasar kuliner Ramadhan, yakni Pasar Ngabuburit Ngingrong di Desa Mulo, Digital Pasar Jonge di Desa Pacarejo, Pasar Ekologis Argo Wijil di Desa Gari, Taman Kuliner Patung Sapi di Desa Kepek, wisata edukasi Bumi Watu Obong desa Gari.

Selanjutnya, wisata Banglipuran Melikan, Pasar Godhong Jati Taman Edukasi Madu Bronto Kepek di Desa Banyusoca, Pasar Tiban Sumur Bawang Bendung di Semin, Taman Desa Pilangrejo dan arena bermain anak, Pasar Ngabuburit Ngrancah di Desa Jerukwudel, Waroeng Kopi Gunung Ireng di Desa Pengkok, dan Pasar Desa Ngestirejo.

Ia mengatakan pasar kuliner Ramadhan menyediakan berbagai menu buka puasa dengan menu khas masing-masing desa, minuman segar dan cemilan. Pelaku usaha mikro dan kecil (UKM) di desa setempat bergerak membuat menu buka puasa.

"Pasar kuliner Ramadhan menggerakkan UKM, sehingga perekonomian masyarakat tumbuh," katanya.

Baca juga: Dorong UMKM Terlibat dalam Pengadaan Pemerintah, LKPP dan BSN Bersinergi

Sementara Ketua Desa Wisata Gunung Kidul Agung Nugroho mengatakan dari 72 desa wisata yang ada di Gunung Kidul sebagian sudah mulai buka terutama sore hari dengan membuka pasar kuliner.

"Dibukanya pasar kuliner Ramadhan ini sebagai ajang promosi bahwa desa wisata siap menerima kunjungan wisatawan saat libur Lebaran 2022 nanti," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau