Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Geliat Produk UMKM Ikan Asap Pantai Tambakrejo, Omzet Capai Rp4 Juta

Kompas.com, 27 Juli 2022, 07:00 WIB
Bayu Apriliano,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

BLITAR, KOMPAS.com - Salah satu yang menjadi produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang jadi ikon di Pantai Tambakrejo Blitar, Jawa Timur adalah ikan asap. Warung penjualan ikan ini setiap harinya dipadati selalu pengunjung.

Terletak di pantai selatan Jawa, Pantai Tambakrejo menjadi salah satu tujuan wisatawan dari berbagai daerah. Di sepanjang bibir pantai banyak ditemui penjual ikan asap yang menggelar dagangannya.

Tak hanya ikan asap, melainkan berbagai jenis ikan segar seperti ikan tenggiri, manyung, pari, kakap, baronang, dan sejumlah ikan yang banyak ditemukan di Pantai Tambakrejo.

Baca juga: Bermodal Rp 300.000, Produk Home Decor Pengusaha Blitar Ini Tembus Asean

Salah satu pedagang Riski (36), mengaku bisa menjual ratusan potong ikan asap setiap harinya. Omzet penjualan ikan di warung miliknya dalam sehari bisa mencapai Rp4 juta. Tak hanya Riski, puluhan pedagang juga banyak yang menggantungkan hidupnya dengan jualan ikan asap.

Harga ikan asap di warung milik Riski bervariasi mulai dari Rp2.500 hingga Rp10.000 per potong. Harga tersebut sesuai dengan jenis dan ukuran potongan ikan.

“Sekitar 400 potong per harinya, kalau hari libur bisa lebih banyak lagi mas," kata Riski, Senin (25/7/2022).

Penjual ikan asap di Pantai Tambakrejo, Blitar, Jawa Timur pada Senin (25/7/2022).KOMPAS.com/BAYU APRILIANO Penjual ikan asap di Pantai Tambakrejo, Blitar, Jawa Timur pada Senin (25/7/2022).

Pada masa-masa libur, omzet penjualan ikan asap di warung milik Riski ini Melonjak hingga 50 persen. Para pengunjung warung ikan asap di Pantai Tambakrejo ini banyak berdatangan dari Kabupaten Kediri, Malang, Tulungagung, Madiun, Nganjuk, dan daerah sekitarnya.

Ikan asap khas Pantai Tambakrejo juga dijual dalam keadaan sudah siap makan menjadi ikan asap bakar. 

Baca juga: Berdayakan Perajin Kendang Jimbe Blitar, Anik Sukses jadi Eksportir Beromzet Rp 5 Miliar Per Bulan

Uniknya, pengunjung dapat langsung melihat proses pembakaran ikan di Pantai Tambakrejo. Para pengunjung pun bisa memesan tingkat kematangan ikan miliknya.

"Kami jual ikan yang sudah siap santap maupun dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Kami bakar langsung di sini dan kami ada sambal juga," katanya.

Sementara itu, Anisa warga Desa Lorejo Kecamatan Bakung, mengaku sengaja membeli ikan asap di kawasan itu karena murah. Anisa menyebutkan, nikmatnya menyantap ikan asap Pantai Tambakrejo adalah menikmati ikan asap sambil melihat senja di bibir pantai.

“Kami beli di warung dan kami nikmati di Pantai itu sensasinya mas,” ungkapnya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau