Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menteri Teten Janji Sediakan Tempat bagi Kopi Papua di Sarinah

Kompas.com, 1 September 2022, 09:23 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Menteri Koperasi Teten Masduki berjanji menyiapkan tempat bagi kopi dan barista asal Papua di Sarinah, Jakarta.

Menurut dia, kopi asal Papua sudah memiliki nama namun para penikmatnya susah untuk mendapatkan komoditas tersebut.

"Kami akan membantu menyiapkan tempat bagi stan kopi Papua di Sarinah guna membantu lebih memperkenalkan kopi yang memiliki cita rasa tersendiri " jelas Menkop Teten saat bertemu dengan barista asal di Jayapura, Rabu (31/8/2022).

Baca juga: Sekolah Kopi TPL Bantu Perbaiki Kesejahteraan Petani di Kawasan Danau Toba

Menkop UKM menyebutkan, memang ada yang berupaya menjual dengan menyatakan itu kopi Papua, namun setelah diminum cita rasanya berbeda dengan kopi asli Papua.

Selain itu, ujar Teten, kalaupun ada harganya relatif mahal akibat besarnya biaya produksi dan ongkos kirim.

Menkop berharap karena harganya kopi Papua yang mahal maka harus dikemas sebaik mungkin dan bila perlu harganya masuk dalam jajaran kopi premium karena memiliki cita rasa tersendiri.

"Rangkul dan dampingi para petani sehingga kopi yang dihasilkan berkualitas dengan cita rasa tersendiri karena untuk menghasilkan kopi kualitas butuh proses tertentu yang dimulai dari panen," ujarnya.

Untuk itu, Pemprov Papua juga diminta Teten untuk membantu kalangan petani dan barista agar kopi Papua makin dikenal hingga mancanegara.

Sebelumnya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan Sarinah, sebagai pusat perbelanjaan tertua di Tanah Air, merupakan pusat etalase usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus salah satu ikon wajah Indonesia.

Baca juga: Yafeth Wetipo, Dosen Biologi yang Sukses Banting Setir jadi Pengusaha Kopi Papua

"Sarinah, yang selama ini terkesan seperti mati suri, kini telah dihidupkan kembali oleh Presiden Joko Widodo," kata Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (21/8).

Bambang Soesatyo melakukan kegiatan jalan pagi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu, bersama dengan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu, mantan menteri, dan beberapa anggota DPR RI.

Selain bisa berbelanja produk UMKM, katanya, pengunjung juga bisa berjalan santai di ruang terbuka hijau yang tersedia di kawasan Sarinah sambil menikmati panorama Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau