Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagaimana Cara Melawan Rasa Takut Saat Ingin Membangun Usaha?

Kompas.com, 19 Desember 2022, 09:05 WIB
Bestari Kumala Dewi

Penulis

KOMPAS.com - Banyak orang takut untuk memulai usaha atau bisnis mereka sendiri. Mulai dari takut gagal, berbagai ketidakpastian saat membangun usaha hingga meragukan kemampuan diri sendiri adalah beberapa alasan orang mengurungkan niat untuk mulai membangun usaha.

Jika saat bekerja di sebuah perusahaan, kita mungkin hanya memikirkan pendapatan untuk diri sendiri tanpa harus memikirkan kondisi keuangan perusahaan keseluruhan.

Tetapi sebagai pengusaha, Anda harus memikirkan karyawan, mitra, dan investor yang mengandalkan Anda. Belum lagi, Anda tentu juga ingin membuktikan kepada diri sendiri, keluarga, dan teman bahwa ide Anda layak dan Anda mampu melakukannya.

Baca juga: 5 Karakter Entrepreneur Sukses yang Harus Dimiliki Saat Membangun Usaha

Untuk itu, sangat penting menemukan keberanian untuk mengambil langkah pertama, dengan sepenuh hati berkomitmen pada ide Anda dan percaya pada diri sendiri.

Dikutip dari Entrepreneur.com, ada beberapa cara melawan rasa takut untuk memulai usaha. Berikut penjelasannya.

1. Tetapkan tujuan dan jalan mencapainya

Jika ada satu sifat yang harus dimiliki oleh pelaku usaha, itu adalah kemampuan untuk menetapkan tujuan.

Mulailah dengan mengidentifikasi apa misi bisnis Anda secara keseluruhan, kemudian tentukan sasaran kecil yang dapat dicapai, yang selanjutnya akan berfungsi sebagai batu loncatan untuk mencapai misi tersebut.

Sasaran kecil tersebut tidak hanya akan membuat misi perusahaan lebih mudah dicapai, tetapi juga akan memberi Anda petunjuk tentang dari mana harus memulai.

2. Fokus pada komunitas Anda

Semangat saja tanpa keuangan yang stabil, tentu tak cukup untuk membuat usaha Anda sukses.

Elemen kunci di sini adalah mengidentifikasi dan membangun komunitas Anda, yang harus terdiri dari beberapa kelompok -- investor, mitra, dan pelanggan yang bersemangat.

Masing-masing kelompok tersebut akan membantu kesuksesan finansial usaha Anda.

Dengan mengidentifikasi orang-orang yang bersemangat dengan pekerjaan yang Anda lakukan, maka sistem pendukung Anda akan menguat dengan cepat.

Baca juga: 4 Langkah Mencegah Kegagalan Saat Membangun Bisnis

3. Dapatkan dukungan penuh dari support system

Saat membangun usaha, Anda harus bersiap untuk mencurahkan sebagian besar waktu dan energi Anda, karena jika tidak, akan sulit untuk berhasil.

Bagi seorang pengusaha, biasanya garis antara kehidupan pribadi dan profesional agak kabur, sehingga Anda membutuhkan support system yang tepat, yang dapat membantu Anda tetap memiliki waktu untuk keluarga dan kehidupan pribadi.

Begitu juga sebaliknya, usahakan pasangan dan keluarga Anda memahami dan mendukung apa yang sedang Anda lakukan.

Bagaimana pun, setiap orang tentu memiliki cara untuk menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Misalnya saja, beberapa hari dalam seminggu menjalankan bisnis dari rumah melalui laptop dan ponsel, sehingga memiliki waktu yang cukup untuk bersama keluarga.

Dengan tiga cara tersebut, Anda dapat mrnyingkirkan rasa takut dan siap meyakinkan diri untuk memulai usaha.

Baca juga: Kisah Usaha Tempro Canavalia, Manfaatkan Kacang Koro Jadi Produk Tempe

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau