Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Langkah Memulai Usaha Kursus Bahasa Asing

Kompas.com - 28/03/2023, 09:05 WIB
Rheina Arfiana,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Sumber daya, koinworks

KOMPAS.com – Majunya pendidikan membuat banyak orang merasa ingin terus mempelajari hal baru untuk meningkatkan pengetahuan. Salah satunya adalah keinginan belajar berbahasa asing.

Selain itu, bahasa asing saat ini menjadi hal penting, karena banyak lowongan pekerjaan yang mencantumkan kemampuan berbahasa asing sebagai salah satu syarat.

Bahasa asing yang sering digunakan biasanya, seperti bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa Korea, dan lainnya.

Baca juga: 8 Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Membuka Usaha

Hal tersebut bisa menjadi peluang bagi kamu untuk membuka usaha kursus bahasa asing.

Bagi kamu yang tertarik mencoba, agar tidak salah langkah, berikut ini tips memulai usaha kursus bahasa asing yang bisa dilakukan, seperti dirangkum dari beberapa sumber.

1. Menyiapkan modal usaha

Langkah pertama adalah menyiapkan modal usaha. Pastikan modal mencukupi untuk hal-hal yang dibutuhkan selama proses berjalannya usaha.

Selain itu, kemampuan bahasa asing yang kamu kuasai juga menjadi modal untuk membangun usaha kursus bahasa asing.

2. Melakukan riset

Selanjutnya adalah melakukan riset pasar, tujuannya untuk memudahkan jalannya usaha kursus bahasa asing.

Dengan melakukan riset, kamu bisa mengetahui siapa target utama yang menggunakan kursus bahasa asing, berapa banyak pesaing di sekitar lokasi, sehingga kamu bisa menciptakan sesuatu yang membedakan usaha kursus bahasa asing milik kamu dengan para pesaing.

Baca juga: 9 Tips Memulai Usaha untuk Pemula

3. Mencari lokasi strategis

Tips ketiga adalah mencari lokasi yang strategis, tujuannya untuk memudahkan pelanggan mengetahui tempat kursus.

Sebaiknya sediakan ruang tunggu dan tempat parkir yang cukup. Misalnya berlokasi di pinggir jalan besar.

Apabila dana belum mencukupi, ketimbang membeli properti baru, kamu bisa menyewa tempat untuk membuka kursus bahasa asing.

4. Menentukan usaha dijalankan sendiri atau berpartner

Selanjutnya dengan menentukan apakah usaha kursus bahasa asing ini akan dijalankan sendiri atau berpartner.

Hal ini menjadi penting karena berhubungan dengan proses perizinan. Apabila kamu mengelolanya sendirian, maka perlu mengajukan ke Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Subdinas Pendidikan Luar Sekolah (Dikmenti), sementara jika berpartner kamu perlu mengajukan perizinan dalam bentuk PT atau Yayasan.

Baca juga: 3 Cara Konsisten Berbisnis untuk Pengusaha Pemula

5. Mencari karyawan

Tips selanjutnya mencari karyawan, termasuk guru pengajar, tujuannya untuk memudahkan kamu saat menjalankan kursus.

Penting untuk merekrut guru dengan kemampuan bahasa asing yang baik, tekun, dan ramah, agar orang yang belajar di tempat kursus merasa nyaman.

6. Melakukan promosi

Langkah terakhir yang bisa dilakukan ialah melakukan promosi secara tepat, tujuannya untuk mengenalkan usaha kursus dengan khalayak umum.

Kamu bisa menggunakan media sosial, menyebarkan brosur, dan memasang baliho di pinggir jalan. Selain itu kamu juga bisa memberikan penawaran menarik, seperti memberikan diskon di periode tertentu.

Demikian tips memulai usaha kursus berbahasa asing yang bisa dilakukan, selamat mencoba.

Baca juga: 5 Tips Sukses Membangun Usaha Fotokopi bagi Pemula

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau