Editor
Meski pandemi melandai, namun order madu ke Sarang Maduku terus masuk. Doni pun menyediakan berbagai varian rasa pada madu-madu yang dijualnya.
"Itu tergantung pada jenis bunga dari madu yang diproduksi lebah. Kami punya berbagai varian rasa karena kami menjalin kerjasama dengan para petani lebah," kata dia.
Salah seorang peternak lebah yang menjadi mitra dari Sarang Maduku adalah Eko Budiono (34). Eko mengaku senang bisa menjadi pemasok bagi Doni.
Baca juga: Tips Sukses Banting Stir dari Karyawan Jadi Pengusaha
Untuk memenuhi kebutuhan madu dari Sarang Maduku, Eko menggembala lebah-lebahnya ke berbagai kawasan yang sedang masuk musim bunga. Saat ditemui, Eko sedang meletakkan stup-stup lebahnya di Desa Cokro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
"Saya senang sekali bisa bermitra dengan Sarang Lebahku, karena madu yang saya hasilkan bisa langsung mendapatkan pembeli. Harga yang diberikan pun juga lebih bagus daripada saya jual ke yang lainnya," kata Eko.
Eko menuturkan, panen dilakukan setiap 12 hari sekali. Setiap panen, tidak kurang Rp 18 juta berhasil dia kantongi.
Karena itu, dia berharap model kemitraan seperti saat ini bisa terus dijalin agar peternak lebah bisa mendapatkan pasar yang pasti.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.