5 Tips Memotret Produk Fashion, Pelaku UMKM Wajib Catat!

Kompas.com - 14/07/2022, 09:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis fashion tentu menjadi salah satu bisnis yang relatif mudah untuk dijalankan. Berbisnis fashion tak selalu harus membuka toko secara offline.

Menjalankan bisnis fashion bisa dijalankan secara online. Apalagi kini banyak marketplace atau platform media sosial yang bisa digunakan untuk tempat berbisnis.

Dengan toko online, produk fashion yang dijual pun bisa dijangkau oleh calon pembeli di manapun. Itu merupakan kelebihan berbisnis produk secara online.

Nah, salah satu hal yang penting untuk diperhatikan oleh para pelaku bisnis fashion adalah membuat konten foto yang menarik dan sesuai dengan target calon pembeli.

Lalu apa saja yang mesti diperhatikan dalam membuat konten foto produk fashion? Berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan seperti dirangkum dari ukmindonesia.com.

1. Gunakan model

Tips pertama yang mesti diperhatikan adalah menggunakan model. Adanya model saat memotret produk akan memberikan gambaran sesungguhnya ketika pembeli mengenakan produk fashion.

Selain itu, adanya model akan meningkatkan kepercayaan diri pembeli terhadap produk fashion yang dijual. 

Baca juga: 7 Tips Memilih Lokasi Jualan untuk UMKM

Keuntungan lainnya saat menggunakan model dalam pemotretan produk adalah membuat produk fashion lebih menarik dan lebih hidup. Detil produk fashion pun jadi terlihat lebih jelas dan sesuai dengan kontur tubuh manusia.

Selain itu, produk fashion yang ditampilkan dengan model terkesan lebih profesional. Pose-pose model yang diperagakan dengan produk fashion akan bisa terlihat dengan jelas.

2. Pencahayaan

Saat memotret, pencahayaan adalah unsur yang sanat penting. Pencahayaan nantinya akan menentukan karakter sebuah produk secara visual. 

Pencahayaan berasal dari kamera dan luar kamera. Dari dalam kamera yaitu flash, sedangkan dari luar kamera yaitu cahaya matahari dan lampu tambahan.

Baca juga: 11 Tips Ampuh Promosikan Produk UMKM Lewat Youtube

Cahaya yang kuat dan dekat saat memotret akan menghasilkan bayangan yang lembut. Semakin lemah dan jauh sumber cahaya, bayangan yang dihasilkan akan kasar.

Nah, waktu terbaik saat ingin melakukan pemotretan di luar ruangan adalah antara pukul 09.00-12.00 WIB. Waktu lainnya adalah pukul 16.00-17.00 WIB.

3. Detail Foto dan Gunakan Jarak yang Pas

Ilustrasi fashion item saat liburan.Dok.Shutterstock Ilustrasi fashion item saat liburan.

Sebelum melakukan sesi pemotretan dengan menampilkan detail, tentukan bagian mana yang akan ditonjolkan secara maksimal ke calon pembeli. Detail produk harus difoto dengan jarak yang pas agar kualitas bahan dapat terlihat jelas baik tekstur maupun kerapihan produk.

Bagian-bagian produk fashion yang mesti ditonjolkan saat sesi pemotretan pun beragam. Untuk produk pakaian, misalnya, detail yang perlu ditunjukkan adalah retsleting, kancing, dan ornamen pakaian.

Baca juga: 7 Tips agar Produk UMKM Bisa Dijual Supermarket maupun Minimarket

Untuk sepatu misalnya hak dan buckles; untuk tas misalnya buckles dan pengait; jilbab misalnya jahitan dan material.

 

Selain fokus pada detail bahan untuk memberikan gambaran kualitas produk fashion yang dijual, penjelasan produk dari segi ukuran melalui foto perlu dijelaskan. Cara mudahnya adalah dengan memberikan perbandingan.

Sebagai contoh misalnya, produk fashion yang dijual adalah tas. Cobalah letakkan tas ukuran tertentu dengan tas ukuran lainnya yang berbeda. 

4. Pilih Angel Foto yang menarik

Hal lainnya yang perlu diperhatikan selain detail bahan dan kualitas, pemotretan produk fashion dari berbagai sudut memberikan pengalaman yang berbeda untuk pembeli. Dengan beragam sudut pandang, calon pembeli bisa melihat produk dari berbagai sisi.

Untuk produk pakaian, cobalah foto dari sisi depan, belakang, dan samping. Untuk produk sepatu, cobalah foto dari bagian samping, 3/4 produk, dan detail produk.

Baca juga: 4 Tips Membangun Branding yang Bisa Bikin Produk Jualan jadi Terkenal

Untuk produk tas, cobalah foto dari bagian depan, belakang, dan bagian dalam produk. Sementara itu, coba foto bagian depan dan detail produk untuk produk jilbab. 

5. Gunakan latar belakang foto yang sesuai dengan konsep dan target pasar dari produk

Latar belakang foto adalah salah satu hal yang menentukan keberhasilan konsep. Jika memotret produk fashion dengan menggunakan model dan mengangkat tema yang casual maka hasil foto akan terlihat lebih hidup saat menggunakan latar belakang jalan atau gedung perkantoran.

Baca juga: 7 Tips Penting Memulai Usaha Warung Sembako

Produk fashion dengan tema casual umumnya memiliki target pasar pekerja kantoran. Latar belakang gedung perkantoraan tentu tak cocok dan bertolak belakangan dengan produk pakaian renang. 

 

Promosikan UMKM Anda dengan beriklan di jaringan Kompas Gramedia lewat Pasangiklan.com. Konsultasikan strategi iklan bisnis Anda bersama tim sales Pasangiklan.com sekarang.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arabia Group Gandeng Sejumlah Pengusaha untuk Pasarkan Kopi Gayo

Arabia Group Gandeng Sejumlah Pengusaha untuk Pasarkan Kopi Gayo

Training
3 Tips Penting untuk Usaha Online agar Terhindar dari Konsumen Nakal

3 Tips Penting untuk Usaha Online agar Terhindar dari Konsumen Nakal

Training
Berkat Jojong, Mama Neli Berhasil Kembangkan Usaha Makanan Tradisional Manggarai Timur

Berkat Jojong, Mama Neli Berhasil Kembangkan Usaha Makanan Tradisional Manggarai Timur

Training
4 Alasan Warteg jadi Bisnis yang Punya Peluang Untung Besar

4 Alasan Warteg jadi Bisnis yang Punya Peluang Untung Besar

Program
Perhatikan Hal-Hal Berikut Sebelum Menggunakan Pinjol untuk Bisnismu

Perhatikan Hal-Hal Berikut Sebelum Menggunakan Pinjol untuk Bisnismu

Training
Ini 'Social Commerce' yang Bisa Dimanfaatkan UMKM untuk Berjualan

Ini "Social Commerce" yang Bisa Dimanfaatkan UMKM untuk Berjualan

Training
Kisah Mak Upit, Rintis Bisnis Buah Kering saat Pandemi hingga Beromzet Rp20 Juta

Kisah Mak Upit, Rintis Bisnis Buah Kering saat Pandemi hingga Beromzet Rp20 Juta

Jagoan Lokal
Sandiaga Uno: UMKM adalah Obat Mujarab dalam Menghadapi Resesi

Sandiaga Uno: UMKM adalah Obat Mujarab dalam Menghadapi Resesi

Program
Petani Kopi Terancam Rugi Finansial Gara-gara Cuaca, Ini Cara Zurich Syariah Beri Perlindungan

Petani Kopi Terancam Rugi Finansial Gara-gara Cuaca, Ini Cara Zurich Syariah Beri Perlindungan

Training
Cara Bikin Video Promosi Masuk FYP TikTok

Cara Bikin Video Promosi Masuk FYP TikTok

Training
Bantu UMKM Melapak, Pemkab Purworejo Luncurkan Larisi Purworejo

Bantu UMKM Melapak, Pemkab Purworejo Luncurkan Larisi Purworejo

Program
Kisah UMKM Rana Tonjong, Eksis Produksi Kain Songke Manggarai Timur

Kisah UMKM Rana Tonjong, Eksis Produksi Kain Songke Manggarai Timur

Jagoan Lokal
Mengintip Strategi Sentra Kerajinan di Manggarai Timur Angkat Produk Lokal

Mengintip Strategi Sentra Kerajinan di Manggarai Timur Angkat Produk Lokal

Jagoan Lokal
Siap Produksi, KemenKopUKM Terima Dokumen SNI 098:2022 Minyak Makan Merah dari BSN

Siap Produksi, KemenKopUKM Terima Dokumen SNI 098:2022 Minyak Makan Merah dari BSN

Training
Tertarik Jadi Florist dan Berbisnis Toko Bunga? Simak Tips Berikut

Tertarik Jadi Florist dan Berbisnis Toko Bunga? Simak Tips Berikut

Training
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.