"Paling mahal putih lurik, anakan diambil pengepul Rp 400.000. Kalau konsumen 500.000. Kalau bagus biasanya sampai Rp 600.000," katanya
Produksi burung perkutut miliknya sudah banyak terjual keluar daerah seperti ke Kebumen, Magelang, Wonosobo, Banyuwangi Jawa Timur, Bekasi, Palembang hingga sumatera.
Berbisnis burung perkutut menurut Hadi, termasuk bisnis yang mudah dilakukan dan sedikit modalnya. Hal ini dikarenakan makanan burung perkutut termasuk sedikit dan tidak boros pakan.
"Makanannya sedikit berjenis biji bijian. Kotorannya kering dan kecil tidak merusak lingkungan," katanya.
Tak butuh lahan yang luas, peternakan milik Hadi hanya menggunakan halaman kiri dan kanan rumahnya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT