Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berkat Program Kedai Kreatif Susu Kental Manis Frisian Flag, Dua Ibu Ini Sukses Kembangkan Usaha Kuliner

Kompas.com - 17/09/2022, 10:00 WIB
Dwi NH,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

Sebagai bisnis jangka panjang, Nia juga menabung asa untuk memiliki bisnis katering.

Respons positif Frisian Flag Indonesia

Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F Saputro mengatakan, kesuksesan Zya Verani dan Nia Hartania merupakan bukti dari keberhasilan program Kedai Kreatif Susu Kental Manis Frisian Flag®: Bersama Majukan UMKM Indonesia.

Ia menilai, program tersebut telah mampu membuka akses kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perempuan untuk berdaya dan meraih kemandirian finansial.

Baca juga: Jadi Damkar Perempuan Terlama di Depok, Tessy Haryati: Kalau Demi Kebaikan, 1.000 Malaikat Pasti Tolong

“Peningkatan kapasitas dan kapabilitas ibu-ibu UMKM perempuan akan berkontribusi pada kemajuan usaha dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian keluarga,” imbuh Andrew.

Inistiatif tersebut, lanjut dia, adalah salah satu upaya Frisian Flag Indonesia untuk membantu mengembangkan kewirausahaan. Khususnya bagi UMKM sebagai penopang perekonomian bangsa.

“Ini semua sejalan dengan semangat 100 tahun Frisian Flag® #MelajuKuatBersama untuk membangun Indonesia yang sehat, sejahtera, dan selaras,” jelas Andrew.

Sebagai informasi, Dapur Ibu Bersama merupakan bagian dari program Kedai Kreatif Susu Kental Manis Frisian Flag®: Bersama Majukan UMKM Indonesia, yang diluncurkan pada Desember 2021.

Program Dapur Ibu Bersama dimulai sejak Maret 2022 untuk mendukung 400 UMKM perempuan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), serta Bandung.

Baca juga: Baru 2 Pekan, 14 Kebakaran Terjadi di Jabodetabek Selama September 2022

Dukungan tersebut diberikan melalui kegiatan pendampingan, pembinaan dan bantuan pengembangan usaha untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.

Program Dapur Ibu Bersama berisi sejumlah kegiatan seperti pelatihan dan web seminar (webinar) mengenai cara memproduksi pangan sesuai standar keamanan pangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI).

BPOM sebagai salah satu pemateri juga ingin menekankan pentingnya inovasi dari pelaku UMKM makanan dan minuman untuk selalu bersandar pada keutamaan keamanan pangan.

Manfaat kegiatan itu sendiri adalah untuk meningkatkan daya saing agar berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku UMKM.

Sebagai salah satu industri pangan yang berperan serta aktif dalam program Orang Tua Angkat BPOM dan program Frisian Flag®, FFI berharap dapat meningkatkan kesadaran keamanan pangan khususnya di komunitas UMKM.

Baca juga: OJK Dorong Pengembangan UMKM Daerah Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Selain dari BPOM, para peserta program Dapur Ibu Bersama juga diajarkan cara pemasaran melalui digital marketing oleh ahli pemasaran digital, pengemasan, hingga mengulik kreasi menu berbahan susu kental manis Frisian Flag dari chef profesional.

Adapun kreasi menu dari susu kental manis Frisian Flag, mulai dari buko nanas, bola ubi, kentang mustofa, pie susu, pie buah, loukoumades, dan minuman kopi Tualang.

Selain pelatihan, para peserta program Dapur Ibu Bersama juga bisa mengikuti berbagai tantangan kreasi masakan dan kelas memasak atau cooking camp.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau