Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Membangun Bisnis Rasanya Seperti Kencan Pertama, Seperti Apa?

Kompas.com, 26 September 2022, 09:09 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Menjalankan bisnis menjadi pilihan banyak orang dalam mencapai tujuan hidup mereka. Tak dimungkiri, bisnis memang bisa memberikan lebih banyak peluang untuk mengembangkan diri, termasuk untuk mendapatkan kesuksesan yang maksimal.

Inilah salah satu alasan utama mengapa banyak orang yang pada akhirnya memilih untuk terjun ke dunia bisnis. Jika Anda termasuk salah satu di antaranya, maka Anda tentu sudah mulai memiliki gambaran tentang bisnis yang akan segera Anda mulai tersebut.

Membangun bisnis untuk pertama kalinya membutuhkan banyak persiapan, sebagian orang bahkan berpendapat ini akan terasa seperti kencan pertama.

Anda akan merasakan sensasi yang menyenangkan, energi yang positif, bahkan berbagai perasaan lainnya yang kerap membuat Anda merasa tertantang.

Anda ingin mengenal lebih baik bisnis Anda, sama seperti ketika Anda mencoba lebih mengenal seseorang yang sedang Anda kencani. Semua ini akan membuat perjalanan Anda membangun bisnis tersebut menjadi terasa lebih menyenangkan, apalagi jika Anda bisa menikmatinya dengan cara yang tepat.

Berikut ini adalah beberapa bukti bahwa membangun bisnis sama rasanya dengan kencan pertama, seperti dilansir dari Cermati.com:

1. Anda akan selalu merasa cemas

Saat Anda berencana kencan dengan seseorang, maka Anda akan memiliki banyak rasa khawatir dan kecemasan. Anda mungkin sedikit ragu untuk mengajaknya kencan, sebab khawatir ajakan Anda tidak ditanggapi dengan baik.

Bukan hanya itu saja, jika ternyata ajakan Anda diterima, maka Anda akan mulai kebingungan untuk memilih tempat kencannya. Apa yang akan Anda pakai, bagaimana Anda memulai percakapan, makanan apa yang akan Anda pesan, dan yang lainnya.

Kencan pertama memang akan terasa menyenangkan, namun momen seperti ini kerap memberi tekanan yang luar biasa. Anda tentu ingin segala sesuatunya berjalan dengan mudah dan lancar, sehingga kesan yang baik bisa didapatkan oleh orang yang Anda ajak kencan.

Hal yang sama juga akan Anda rasakan ketika memulai bisnis untuk pertamakalinya. Anda tentu ingin segalanya berjalan dengan sempurna, sehingga kelak bisnis tersebut bisa sukses di pasaran.

Dalam fase ini, Anda akan memikirkan banyak hal, termasuk tantangan-tantangan yang akan Anda hadapi di dalam bisnis tersebut.

Untuk mengatasi kecemasan Anda dalam membangun bisnis, lakukan beberapa langkah cerdas berikut ini terlebih dahulu. Di antaranya seperti, berpikir positif, membuat perencanaan yang matang, dan menciptakan momen yang baik.

2. Berlama-lama di depan cermin

Saat Anda akan berkencan untuk pertama kalinya, Anda tentu ingin tampak sempurna dan akan menghabiskan waktu yang lama untuk mematut diri di depan cermin. Hal yang sama juga akan terjadi saat Anda ingin mulai membangun bisnis.

Anda akan menyusun banyak rencana, menghitung peluang, dan bahkan mencoba melihat kesuksesan Anda ke depannya. Anda ingin bisnis berjalan dengan sempurna, sehingga Anda akan melakukan banyak hal untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Baca juga: Rahasia Sukses Merintis Bisnis Bagi Para Pemula

3. Menjadi diri sendiri

Kesuksesan kencan pertama akan tergantung dari cara Anda menikmatinya. Anda perlu menjadi diri sendiri dan merasa nyaman selama berkencan, sehingga kencan tersebut bisa lancar dan bahkan terus berlanjut ke tahap berikutnya.

Halaman:

Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau