Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Sifat Buruk yang Justru Dibutuhkan jika Ingin jadi Pengusaha

Kompas.com, 4 Oktober 2022, 10:00 WIB
Add on Google
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

KOMPAS.com - Seorang karyawan dan pebisnis tentu akan memiliki sifat yang berbeda. Perbedaan sifat tersebut menjadi ciri khas yang bisa menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam berkarir.

Ada kebiasaan buruk yang bisa memantik jiwa pebisnis. Jika dikenali dan dikelola dengan baik, sifat buruk tersebut bisa mendukung ide bisnis yang direncanakan.

Jika berminat menjadi seorang pebisnis, mulailah mengenali berbagai kebiasaan buruk yang bisa mendatangkan kesuksesan. Berikut sifat-sifat buruk yang umumnya dimiliki oleh seorang pebisnis seperti dirangkum dari Cermati.com.

1. Mudah Bosan

Sifat mudah bosan tentu bukanlah hal yang positif. Bagi sebagian orang, sifat mudah bosan adalah sifat yang tak konsisten.

Pemilik sifat mudah bosan akan tak bertahan lama saat mengerjakan tugas atau menjalani kegiatan lainnya. Orang yang mudah bosan tak akan menyukai sesuatu yang tidak menantang, hal yang sangat standar dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Jika memiliki sifat mudah bosan, ada kemungkinan menjadi pebisnis yang sukses. Pebisnis sukses seperti Bill Gatees atau Mark Zuckerberg juga memiliki sifat mudah bosan.

Mereka lebih memilih drop out dari kampus dan mengutak-atik komputernya karena merasa bosan belajar.

2. Si Pemberontak

Ada di lingkungan kerja yang memiliki beragam aturan akan membuat terkekang, merasa tak nyaman, dan ingin selalu memiliki kebebasan dalam berekspresi termasuk dalam menjalankan berbagai prinsip yang dimiliki di dalam diri.

Kondisi tersebut akan membuat tak disukai di tempat kerja dan lingkungan sekitar. Atasan mungkin akan beranggapan orang yang ingin bebas adalah seorang yang sangat sulit diatur, selalu berada di luar jalur bahkan mungkin akan menemukan kesulitan di tempat kerja.

Sangat jarang seorang atasan ingin karyawan dengan sifat tersebut. Namun, sifat pemberontak justru bisa menjadi modal dalam meniti karir sebagai seorang pebisnis.

Dengan begitu, keinginan untuk selalu mempertahankan berbagai prinsip dan keyakinan akan kemampuan diri yang baik akan bisa berjalan.

3. Keras Kepala

Dalam dunia kerja, memiliki rekan kerja yang keras kepala tentu bukanlah sebuah hal yang menyenangkan. Punya rekan kerja yang keras kepala akan memunculkan perbedaan pendapat.

Sifat keras kepala ini akan membuat teman atau rekan kerja sering merasa jengkel dan tak senang.

Namun, sifat keras kepala justru dapat memberi keuntungan tersendiri. Sifat keras kepala membutuhkan kegigihan dalam memperjuangkan apa yang ingin lakukan di dalam usaha tersebut.

Untuk menghadapi berbagai masalah yang datang butuh keyakinan untuk bertahan. Sifat ini akan membantu untuk menghadapi kerasnya dunia persaingan di dalam bisnis yang akan dijalankan nanti.

Halaman:

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau