Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berawal dari Bosan saat Pandemi, Pemuda asal Purworejo Ubah Pakis Hutan jadi Uang

Kompas.com - 03/11/2022, 11:40 WIB
Bayu Apriliano,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com - Seorang pemuda bernama Kosim (30), warga Padukuhan Jogowono, Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah berhasil meraup untung jutaan rupiah dari berjualan pakis hutan.

Usaha milik Kosim ini bermula saat pandemi Covid-19. Pandemi tersebut telah memporak porandakan ekonomi masyarakat Indonesia, dan juga ekonomi rumah tangga Kosim.

Kondisi yang serba dibatasi, membuat aktivitas warga desa hanya sebatas pergi ke hutan mencari rumput untuk pakan ternak. Bahkan beberapa orang nyaris tidak beraktivitas hanya di rumah saja.

"Kondisi seperti itu sangat menjenuhkan bagi warga desa," kata Kosim pada Kamis (3/11/2022).

Selama pandemi keseharian Kosim hanya masuk area hutan Perhutani Kedu Selatan yang berada di desanya untuk mencari pakan ternak. Dari sanalah Kosim banyak menjumpai pohon pakis berjenis galar yang telah mati dan hanya teronggok tidak berguna.

Baca juga: Kisah Hadi Suwignyo, Guru di Purworejo Sukses Budiyakan Burung Perkutut hingga Beromzet Jutaan Rupiah

Usai mencari pakan ternak miliknya, Kosim memiliki inisiatif untuk mencoba membawa pulang pohon pakis ke rumahnya.

"Setelah di rumah pakis galar itu saya gergaji tipis-tipis untuk media tanam pohon anggrek," katanya.

Berawal dari situlah kreativitas pemuda yang baru saja menikah itu muncul untuk mengisi waktu selama masa pandemi. Kosim mulai mengenalkan hasil karyanya kepada temannya yang tinggal di kota Purworejo dan menawarkan lewat media sosial.

"Ternyata pakis itu diminati oleh para penyedia tanaman hias di Kota Purworejo," kata Kosim.

Dari situlah kemudian usaha mikik Kosim mulai ada pesanan pakis untuk media tanam anggrek. Menurut Kosim, sedikit demi sedikit pesanan terus datang, sehingga pakis galar dari hutan Perhutani yang telah mati membawa berkah tersendiri bagi dirinya.

"Orang-orang tidak ada yang memanfaatkannya sama sekali jadi kita manfaatkan ternyata lumayan hasilnya," katanya.

Lanjutnya, saat ini pesanan pakis terus berdatangan. Dengan begitu, Kosim mengajak para pemuda yang belum memiliki pekerjaan di lingkunganya untuk membantu membawa pulang pakis dari hutan.

"Pesanan sekarang tidak hanya pada pakis saja, tetapi juga media tanaman hias secara umum seperti akar pakis, daun bambu yang sudah busuk dan pupuk kandang yang sudah dihaluskan," ungkap Kosim.

Seorang pemuda bernama Kosim (30), warga Padukuhan Jogowono, Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah berhasil meraup untung jutaan rupiah dari berjualan pakis hutan.Dok. Kosim Seorang pemuda bernama Kosim (30), warga Padukuhan Jogowono, Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah berhasil meraup untung jutaan rupiah dari berjualan pakis hutan.

Hingga saat ini usaha Kosim terus berkembang, permintaan pasarnya tidak hanya di kota Purworejo, melainkan sudah merambah kota Yogyakarta dan Kota Solo.

"Untuk pemasarannya kita juga menawarkan malalui media sosial tersebut dan ternyata banyak pemesan, kalau hasil bersihnya antara Rp1,8 hingga Rp2,5 juta per bulan," ujar Kosim.

Baca juga: Kisah Pasutri asal Purworejo, Budidaya dan Jual Anggrek Spesies Langka hingga Beromzet Jutaan Rupiah

Karena pesanan barang meningkat, Kosim harus memperkerjakan dua orang pemuda untuk membantunya. Bahkan kadang-kadang juga lebih dari 2 orang, jika kiriman barang ditarget waktu.

"Produk usaha yang dulu hanya sebatas media tanaman hias kini saya mulai merambah ke barang-barang yang terbuat dari dongklak kayu yang bernilai seni dan pohon kopi yang sudah tua dan tidak produktif dan dijadikan barang yang bernilai jual," kata Kosim.

Kosim beharap, adanya dukungan dari pemerintah khususnya dinas yang membidanginya, sehingga ke depan usahanya ini bisa lebih berkembang sehingga mampu mengurangi pengangguran di desanya.

"Harapannya saya ada bantuan peralatan dari pemerintah untuk mendukung dan mengembangkan usaha saya ini, ya setidaknya ikut menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran," pungkas Kosim.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau