Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rahasia Sukses Usaha Warung Kelontong ala Pengusaha Madura

Kompas.com, 16 Februari 2023, 19:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

2. Menjaga Kepercayaan Pelanggan

Pernahkah Kamu kecewa saat belanja di warung tetapi produk yang dibeli ternyata sudah kadaluwarsa dan kemasarannya rusak? Hal tersebut tentu membuat Kamu kapok belanja di warung tersebut.

Salah satu kunci sukses warung kelontong asal Madura adalah menjaga kepuasan pelanggan. Kekecewaan pelanggan akan merusak reputasi usaha.

Sekali kecewa, pelangggan akan pindah ke warung lain. Apalagi, warung kelontong bisa dengan mudah ditemukan di setiap sudut jalan.

Data yang dikutip dari ukmindonesia.id, sekitar 60 persen pembeli warung kelontong adalah pelanggan tetap yang kebanyakan warga sekitar, sedangkan 40 persen sisanya adalah pelanggan tidak tetap. 

3. Barang Lengkap dan Memenuhi Kebutuhan Pelanggan

Kelengkapan produk yang dijual di warung kelontong adalah salah satu faktor untuk berbelanja. Bayangkan jika warung kelontong tak bisa menyediakan kebutuhan pelanggan?

Jika diperhatikan, warung kelontong asal Madura menyediakan produk yang cukup lengkap untuk kebutuhan sehari-hari mulai dari makanan ringan, mi instan, minuman kemasan, sabun mandi, deterjen, hingga bumbu dapur.

Cobalah untuk mencari tahu produk-produk yang paling banyak dicari pelanggan. Memperhatikan kebiasaan pelanggan dalam membeli itu penting untuk mengetahui produk-produk yang cenderung laku dijual.

Jika produk makin cepat habis, perputaran uang makin cepat dan omzet makin meningkat.

4. Harga Bersaing

Persaingan usaha terutama faktor harga, cukup sengit. Warung kelontong dengan menyediakan harga bersaing akan memenangkan hati pelanggan.

Cobalah untuk membandingkan harga jual di warung-warung kelontong lainnya. Harga bersaing juga bisa diperoleh dengan belanja langsung di agen produk tertentu.

Biasanya agen suatu produk tertentu akan berkeliling mencari warung kelontonng untuk menawarkan produk. Jika warung kelontongmu tak dikunjungi, Kamu bisa mencari agen-agen produk yang biasanya datang ke toko grosir.

5. Manajemen Stok

Apa yang Kamu rasakan jika masuk ke sebuah warung kelontong yang lantainya kotor, udaranya apek, dan produknya berdebu? Coba bandingkan saat masuk ke warung kelontong yang bersih, barangnya tertata rapi di rak, ditambah penjualnya ramah?

Salah satu rahasia pelanggan suka belanja di warung kelontong Madura adalah karena penataan rak yang rapi. Setiap produk disortir menurut jenis barangnya, misalnya produk susu diletakkan sejajar dengan produk susu lainnya. 

Cara paling sederhana menata produk bisa dilakukan dengan memperhatikan dua hal, yaitu: jenis produk dan tanggal kadaluwarsa. Kelompokkan jenis produk yang sama misalnya, letakkan produk makanan kemasan di deretan rak makanan kemasan.

Susun juga produk berdasarkan tanggal kadaluwarsanya. Misalnya, produk yang tanggal kadaluwarsa lebih awal diletakkan di bagian atas dan depan rak.

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau