Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Membuat Jualan Banjir Order

Kompas.com, 22 Februari 2023, 08:21 WIB
Bestari Kumala Dewi

Penulis

KOMPAS.com - Semua pelaku usaha pasti menginginkan produknya disukai pasar dan banjir order, yang nantinya tentu akan berdampak pada pendapatan bisnis.

Namun untuk mewujudkan hal itu, Anda tak bisa hanya memasang produk di etalase toko atau sekadar posting foto produk di media sosial.

Apalagi, banyaknya penjual yang menawarkan produk yang sama membuat persaingan menjadi sangat ketat.

Baca juga: UMKM Produsen Tenun Baduy Banjir Order saat KTT G20

Salah satu cara menggaet pembeli yang sering dilakukan adalah dengan perang harga. Padahal, menekan harga menjadi lebih murah dari toko lain tak selalu efektif, justru hal seperti ini berisiko menyebabkan kerugian.

Selama produk yang Anda tawarkan memiliki kualitas baik dan harga sesuai dengan kualitasnya, pelanggan tak akan keberatan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat produk jualan banjir order, dengan cara yang lebih baik dan kompetitif, agar tidak menurunkan pasar yang lain.

Berikut beberapa cara jualan yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha agar banjir order.

1. Ketahui Kebutuhan Pasar

Jangan sembarang menjual “produk apa saja asalkan harganya murah”, dengan harapan orang pasti akan tertarik dan banjir order.

Dalam merintis bisnis atau usaha, penting untuk melakukan survei lebih dulu guna mengenali dan mengetahui kebutuhan calon pembeli.

Harga murah memang bisa menjadi daya tarik, tapi tak jarang calon pembeli juga akan mempertanyakan kualitas produk jika harganya terlalu murah. Bagaimana pun banyak orang meyakini, “ada harga ada rupa”.

Selain kualitas yang baik, lengkapi bisnis Anda dengan pelayanan terbaik, mulai dari jam operasional, karyawan yang ramah dan responsif, pengemasan produk yang rapih, pengiriman produk yang cepat, dan sebagainya.

Jika sebuah bisnis sudah memiliki paket komplit mulai dari harga, kualitas produk hingga pelayanan, maka yakinlah pelanggan akan terus kembali untuk membeli dan bahkan tak segan membantu mempromosikan produk Anda. Ini tentu akan menjadi peluang untuk mendapatkan pelanggan baru dan banjir order.

Baca juga: 4 Cara Membuat Calon Pembeli Tertarik Membeli Jualan Kita

2. Pilih Produk dengan Harga Jual Aman

Ketimbang melakukan perang harga dengan para pesaing, lebih baik memilih produk yang harga jualnya cenderung aman di pasaran.

Terdapat beberapa kriteria jika Anda ingin memiliki produk dengan harga jual aman, yakni:

- Memiliki keunikan dan perbedaan dengan produk lain

- Produk yang unik, lucu, bagus sudah pasti akan viral dan diburu masyarakat

- Produk bermanfaat bagi pembeli

3. Konsisten dengan Harga dan Kualitas

Ada berbagai faktor dalam menentukan harga sebuah produk, termasuk keuntungan. Karena itu, penting untuk konsisten dengan harga yang telah ditetapkan sejak awal.

Tak perlu tergoda untuk menurunkan harga, jika toko lain melakukannya demi membuat jualannya banjir order. Alih-alih untung, Anda justru bisa merugi karena memasang harga yang tak sesuai.

Bisa jadi mereka menggunakan bahan dasar berbeda, yang berarti kualitas produknya juga berbeda, sehingga bisa menetapkan harga produk yang lebih murah.

Karena itu, penting untuk menjaga kualitas produk yang kita tawarkan. Selama harga yang diberikan sesuai dengan kualitas produk yang baik, pelanggan tak akan keberatan untuk membelinya.

Baca juga: 3 Langkah Sukses Jualan di E-Commerce

Ilustrasi jualan onlineShutterstock Ilustrasi jualan online

4. Update Ilmu Bisnis dan Strategi Penjualan

Agar penjualan meningkat dan banjir order, kita sebagai pelaku usaha perlu untuk mempelajari ilmu bisnis terkini. Beberapa ilmu bisnis yang banyak dipakai para pebisnis besar dan perlu dipelajari, antara lain hypnowriting, personal branding produk hingga cara promosi yang efektif.

Selain update ilmu bisnis, juga upgrade strategi jualan. Lihat kembali strategi pemasaran seperti apa yang sudah diterapkan, kemudian tentukan apakah strategi tersebut perlu dihilangkan atau diubah ke yang baru, atau justru masih efektif dan bisa dijalankan.

Setelah itu, lakukan riset kecil-kecilan pada brand-brand yang sudah sangat dikenal. Pahami bagaimana mereka mempromosikan produk. Cobalah untuk memodifikasi strateginya, kemudian praktikan pada bisnis Anda.

Agar jualan Anda banjir order, ada beberapa strategi jualan yang perlu diperhatikan, antara lain:

- Foto produk. Usahakan secara berkala menampilkan foto-foto baru, hal ini penting agar produk Anda menarik perhatian calon pembeli

- Promosi produk mulai dari diskon atau menyediakan paket jualan

- Packaging yang kekinian juga akan membuat customer terpikat untuk membeli produk Anda

- Jam beriklan yang tepat di media sosial atau kapan harus menggunakan jasa influencer

Itulah empat cara yang bisa dilakukan agar jualan banjir order. Siap mencoba?

Baca juga: 5 Cara Jualan Online Laris Pembeli

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau