Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ubah Ladang Tebu jadi Homestay, Desa Ini Raup Pendapatan hingga Rp867 Juta

Kompas.com, 4 Agustus 2023, 19:30 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

"Proses pembangunan ini 50 orang terlibat. Itu sangat berdampak sekali karena pada Covid-19 itu banyak PHK. Kebanyakan masyarakat di sini kan pedagang di TWC borobudur, buruh pabrik, dan pekerja lepas. Pada saat Covid-19 itu sepi wisatawan. Dengan adanya Balkondes ini sangat membantu sekali warga sekitar," tambah Rizal.

Adanya Balkondes Wringinputih bisa menyerap tenaga kerja sekitar 50 orang dari warga setempat. Mereka bekerja untuk mengelola homestay, restoran, pemandu wisata, dan kawasan Balkondes Wringinputih.

Baca juga: Pertamina Dorong Kolaborasi Aggregator dengan UMKM agar Saling Menguntungkan

Balkondes Wringinputih juga menyerap produk UMKM dari warga sekitar seperti jajanan pasar, buah klengkeng, dan paket wisata seperti kunjungan ke kebun klengkeng dan rafting yang ditawarkan warga Desa Wringinputih.

Berdayakan masyarakat lokal

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wringinputih, Rizal Arif Windriatmoko saat ditemui pada Selasa (25/7/2023). Rizal mengatakan, kehadiran Balai Perekonomian Desa (Balkondes) Wringinputih berdampak pada perekonomian warga di Desa Wringinputih.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wringinputih, Rizal Arif Windriatmoko saat ditemui pada Selasa (25/7/2023). Rizal mengatakan, kehadiran Balai Perekonomian Desa (Balkondes) Wringinputih berdampak pada perekonomian warga di Desa Wringinputih.

Candi Borobudur sejak dimasukkan sebagai situs warisan dunia pada 1991 belum banyak memberikan keuntungan bagi sebagian besar masyarakat sekitar. Setidaknya itu yang dirasakan sejak 10 tahun yang lalu. Wisatawan baik nusantara maupun mancanegara hanya datang ke Candi Borobudur dan kembali ke tempatnya menginap di luar Kabupaten Magelang.

Baca juga: Cara Menjadi Mitra Binaan Program Pendanaan UMK Pertamina

Pemerintah pun terus berupaya menyusun program untuk memberikan manfaat pariwisata kepada masyarakat di sekitar Candi Borobudur. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bahu-membahu membina desa-desa di sekitar Candi Borobudur demi meningkatkan perekonomian desa. Saat ini, perubahan sudah dirasakan oleh masyarakat di sekitar Candi Borobudur.

Vice President Corporate Social Responsibility & Small Medium Enterprises Partnership Program (CSR & SMEPP) Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, Pertamina melakukan pemberdayaan masyarakat setempat lewat Balkondes Wringinputih.

Kamar homestay dengan konsep arsitektur jengki di kawasan Balai Perekonomian Desa (Balkondes) Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Selasa (25/7/2023). Balkondes Wringinputih dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wringinputih dan diprakarsai oleh PT. Pertamina pada tahun 2017.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Kamar homestay dengan konsep arsitektur jengki di kawasan Balai Perekonomian Desa (Balkondes) Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Selasa (25/7/2023). Balkondes Wringinputih dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wringinputih dan diprakarsai oleh PT. Pertamina pada tahun 2017.

Balkondes Wringinputih, lanjut Fajriyah, merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina untuk pemberdayaan masyarakat desa di sekitar Wringinputih yang berbasis pariwisata.

"Balkondes Wringinputih itu adalah konsep pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada pariwisata dan diharapkan nantinya bisa meningkatkan perekonomian desa tersebut dan desa sekitarnya. Konsep di Wringinputih itu adalah homestay dan dilengkapi dengan berbagai kegiatan wisata di Candi Borobudur dan sekitarnya," ujar Fajriyah kepada Kompas.com saat ditemui di Magelang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Baca juga: UMKM Pertamina Sasar Pasar Global Lewat SME’s HUB ASEAN SUMMIT 2023

Fajriyah mengatakan, Pertamina mengalokasikan anggaran untuk pembangunan gedung dan aset-aset yang ada di Balkondes Wringinputih. Selain itu, Pertamina juga mengalokasikan anggaran untuk membina pengelola Balkondes Wringinputih.

"Program ini (TJSL Pertamina Balkondes Wringinputih) merupakan program berkelanjutan.  Program Balkondes ini sudah ada dari tahun 2017 dan kini kami melakukan renovasi dan penyegaran terhadap aset-aset yang ada di Balkondes. Kami memberdayakan masyarakat lokal. Saat ini pengelolaannya kami bekerjasama dengan BUMdes yang juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Magelang dan masyarakat sekitar," kata Fajriyah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau