Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Urban Farming “Vertikultur”

Kompas.com - 18/08/2023, 19:00 WIB
Nur Wahyu Pratama,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lahan pekarangan rumah di ibu kota cenderung semakin sempit. Di sisi lain, tak ada peluang untuk meningkatkan nilai perekonomian. 

Sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi pekarangan rumah tangga, ada cara yaitu melalui urban farmingvertikultur“. Lewat urban farming, kamu dapat menambah pendapatan rumah tangga.

Dikutip dari BPTP Sulawesi Barat, vertikultur adalah teknik budidaya tanaman di lahan sempit dengan memanfaatkan bidang vertikal. Dengan metode ini, maka lahan sempit dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menanam tanaman.

Sistem pertanian vertikultur memiliki sejumlah kelebihan, antara lain; efisien dalam menggunakan lahan, menghemat penggunaan pupuk dan pestisida, bisa dipindahkan dengan mudah, dan pemeliharaan lebih mudah.

Perlu diketahui, tak semua komoditas dapat ditanam dengan sistem vertikultur. Jenis tanaman yang bisa ditanam dengan sistem vertikultur hanya beberapa komoditas tanaman saja yaitu tanaman berumur pendek seperti sayuran dan buah, tanaman obat, serta tanaman hias.

Baca juga: 7 Strategi Efektif Pemasaran Produk Hasil Hidroponik

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam memulai bisnis pertanian dengan sistem verikultur. Berikut hal-hal yang perlu disiapkan seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Modal

Dalam melakukan penanaman secara vertikultur membutuhkan biaya awal yang cukup besar untuk membeli peralatan vertikultur, seperti pipa paralon, biaya perawatan, biaya benih komoditas, dan biaya lainnya.

2. Komoditas

Beberapa komoditas yang umum dibudidayakan yaitu sayuran dan buah, tanaman obat, dan tanaman hias. Sesuaikan komoditas yang akan ditanam dengan kondisi geografis daerah tanam.

3. Jenis Pemasaran

Pemasaran hasil produk vertikultur dapat dilakukan dengan menggunakan pemasaran konvensional dengan memasarkan ke pasar-pasar terdekat atau media sosial, online shop, maupun pemasaran melalui komunitas.

Baca juga: Kiat Sukses Bisnis Toko Cat, Pemula Wajib Tahu

4. Bergabung dengan komunitas

Komunitas yang sesuai dengan komoditas yang ditanam akan memudahkan dalam proses bisnis tanaman melalui vertikultur, komunitas dapat memberikan masukan-masukan mengenai produksi, produk, perawatan, hingga pemasaran.

5. Perawatan

Dari segi perawatan, sistem vertikultur lebih mudah dibandingkan dengan sistem konvensional dan juga hanya membutuhkan lahan yang sedikit.

Baca juga: 9 Hal Penting dalam Memulai Bisnis Ayam Potong

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau