Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Kiat Sukses Berbisnis Kue ala Ratri Wulan, Pemilik Y'ummie Cakery

Kompas.com, 3 Oktober 2023, 16:47 WIB
Nur Wahyu Pratama,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Banyak masyarakat Indonesia yang menyukai kue dan berbagai jenis manisan. Hidangan ini biasanya digunakan sebagai hidangan pencuci mulut.

Bukan hanya itu, kue dan desert disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang dewasa.

Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini juga terbilang sangat sedikit, kamu bisa memulai usaha cake dan desert hanya dengan modal di bawah Rp 1 juta.

Berminat untuk memulai usaha cake dan desert? Simak 5 kiat sukses berikut ini seperti yang disampaikan oleh Ratri Wulan Wahyuni, owner dari Y’ummie Cakery.

1. Jujur

Salah satu kunci kesuksesan dalam berbisnis yaitu jujur. Dalam bidang makanan dan minuman, kamu sebagai pelaku UMKM harus berbicara secara jujur mengenai jenis bahan apa yang digunakan.

“Tips yang pertama itu kejujuran. Kalau kita mengiklankan produk kita, berikan deskripsi secara jujur sesuai dengan tingkatan bahan yang digunakan, kalau premium bilang premium, kalau ekonomis bilang ekonomis. Jangan bahan yang digunakan ekonomis tapi bilangnya premium,” kata Ratri Wulan Wahyuni, Selasa (3/10/2023).

2. Modal Yang Dibutuhkan

Modal awal yang dibutuhkan yaitu dibawah Rp 1 juta sudah bisa memulai usaha ini. Modal tersebut kamu gunakan untuk membeli oven tangkring kecil ukuran 30 cm x 30 cm seharga Rp 120.000, mixer, dan berbagai bahan pembuatan kue dan desert.

Modal yang digunakan akan sangat menentukan bahan yang digunakan, kalau ingin menggunakan bahan premium seperti butter maka biaya yang dikeluarkan lebih besar dibanding menggunakan bahan ekonomis seperti margarin.

3. Tentukan pangsa pasar

Sebelum memulai usaha, kamu terlebih dahulu menentukan siapa pangsa pasar usahamu. Pangsa pasar ini bisa ditentukan dari letak geografis, usia, pekerjaan, tingkat pendidikan, daya beli, dan lain-lain.

Mayoritas pelaku UMKM cake dan desert pemula menargetkan kalangan menangah ke bawah karena daya belinya cukup tinggi dan populasi yang banyak.

4. Harga sesuai bahan

Kamu bisa menentukan harga jual sesuai dengan bahan yang digunakan dalam pembuatan kue. Bukan hanya itu, kamu juga bisa melihat harga kompetitor sebagai bahan dasar untuk menentukan harga jual produk usahamu.

5. Inovasi Produk

Inovasi produk pastinya selalu dilakukan oleh pelaku UMKM agar usahanya dapat bertahan dan berkembang ditengah derasnya ombak persaingan. Karenanya, kamu terus ciptakan inovasi produk mulai dari bentuk produk, jenis, cita rasa, pengemasan, dan juga cara menjual. Pastikan inovasi produkmu tetap menjaga kualitas produk usahamu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau