Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Sriekandi Patra Bangkitkan Semangat Hidup Penyandang Disabilitas

Kompas.com, 4 November 2023, 14:00 WIB
Add on Google
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

“Dulu sebelum di sanggar Sriekandi Patra, di rumah saja, cuma nonton TV. Satu tahun setelah lulus SD, ibu-ibu dari Desa Tawangsari datang ke rumah nawarin ada program Disablepreneur, untuk pemberdayaan disabilitas. Saya sempet ragu gabung karena jujur enggak ada basic sama sekali. Saya sempat ragu sama kemampuan saya sendiri,” kata Wawan.

Baca juga: Pertamina Fasilitasi 50 UMKM Binaan untuk Dapat Sertifikat Halal

Wawan yang sempat ragu akhirnya mengambil sikap. “Lumayan buat tambah pengalaman,” tambah Wawan. Akhirnya, Wawan bergabung dengan Sriekandi Patra bersama lima orang rekannya.

Di Sriekandi Patra, hidup Wawan dan para penyandang disabilitas lain menjadi lebih berwarna dan bersemangat untuk berkarya. Wawan bisa mendapatkan kemampuan membatik, bahkan menjadi pengajar membatik untuk masyarakat dan karyawan Pertamina. Ia pun bisa mengasah kemampuan public speaking dan menjadi sosok yang percaya diri.

Bagi Wawan, bantuan Pertamina lewat Sriekandi Patra bisa mendorong pengembangan minat dan potensi yang ada di dalam dirinya. Wawan merasa bisa mengasah kemampuannya yang tak ia tahu. Wawan pun tak mengalami kendala yang berarti saat menjalani berbagai proses wawancara baik oleh mahasiswa, media, dan pihak lain.

“Saya juga belajar public speaking, belajar ngomong sama orang banyak. belajar bersosialisasi, lebih percaya diri dan tidak minder, lebih termotivasi untuk membuktikan ke teman-teman yang pernah mem-bully bahwa dengan kondisi ini, saya bisa lebih dari mereka,” ujar Wawan.

Baca juga: Perwira Penggerak Pertamina Belajar Membatik Bersama Teman Difablepreneur Boyolali

Wawan pun bisa pergi melihat pemandangan dan suasana baru di luar desanya. Cakrawala baru untuk Wawan terbuka. Ia pun tak membayangkan bisa ada di titik saat ini.

Wawan ingin para penyandang disabilitas bangkit dan menyadari kelebihannya. Perbedaan bukanlah tembok besar dalam berkarya. Kesetaraan dalam berbagai aspek kehidupan baik sosial, ekonomi, dan pendidikan adalah harapan Wawan.

“Harapan teman-teman penyandang disabilitas bisa setara dan tak ada diskriminasi. Di luar sana disabilitas itu kan banyak dipandangnya berbeda dan di-bully,” kata Wawan.

Sriekandi Patra, Ruang Berkarya Difablepreneur

Bangunan Sanggar Inspirasi Karya Inovasi Difabel (Sriekandi Patra) di wilayah Dukuh Penjalinan, Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (26/7/2023). PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali membangun workshop Sriekandid Patra di atas tanah milik desa untuk membuka jalan para difabel untuk berkarya lewat batik. PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali menghadirkan program Difablepreneur lewat Sriekandi Patra untuk meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas di Desa Tawangsari melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Batik.
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Bangunan Sanggar Inspirasi Karya Inovasi Difabel (Sriekandi Patra) di wilayah Dukuh Penjalinan, Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (26/7/2023). PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali membangun workshop Sriekandid Patra di atas tanah milik desa untuk membuka jalan para difabel untuk berkarya lewat batik. PT. Pertamina Terminal BBM Boyolali menghadirkan program Difablepreneur lewat Sriekandi Patra untuk meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas di Desa Tawangsari melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Batik.

Relawan dan pengurus Sriekandi Patra, Sri Maryatun mengatakan, Sriekandi Patra berdiri sejak April 2018. Awal mula penerima manfaat program Pertamina, lanjut Sri, adalah seorang penyandang disabilitas Bernama Yuni Lestari (34). Kala itu, Yuni berkondisi sama dengan Wawan.

Pertamina memberikan kesempatan Yuni untuk mengikuti pelatihan membatik di Yogyakarta pada 2017 silam. Yuni pun kemudian memotivasi para penyandang disabilitas di desanya untuk menjadi seorang difablepreneur. Dari sana, kelompok Sriekandi Patra memulai kisahnya.

Dalam perjalanannya, Sri bersama Siti Patimah dan Sri Maryatun, berkeliling di desanya. Di Desa Tawangsari sendiri ada 29 penyandang disabilitas. Mereka pun berjuang untuk mengajak para penyandang disabilitas untuk bangkit dan bersemangat dalam menjalani hidup.

“Awal pertemuan itu agak sulit untuk pendekatan kepada orangtua penyandang disabilitas. Namun relawan tetap semangat dan ingin bermanfaat untuk anak-anak,” kata Sri saat ditemui di Sanggar Sriekandi Patra akhir Juli lalu.

Baca juga: UMKM Binaan Pertamina Berhasil Menarik Pasar Global di Belanda

Fakta bahwa disabilitas merupakan aib pun masih ditemukan. Masih banyak warga di Desa Tawangsari kala itu menyembunyikan anaknya lantaran menyandang disabilitas. Namun, usaha Sri dan para relawan Sriekandi Patra tak mengkhianati hasil.

“Lima orang bergabung. Ada disabilitas untuk tuna rungu satu, tuna wicara satu. Tiga itu tuna daksa,” tambah Sri.

Halaman:

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau