Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Kampus ke Lapak Usaha, Transformasi Mahasiswa Menjadi Wirausaha

Kompas.com - 10/11/2023, 13:08 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Dengan ambisi yang kuat, Indonesia mengejar target rasio kewirausahaan sebesar 3,95 persen pada tahun 2024, sebagaimana ditetapkan dalam Perpres No 2 Tahun 2022.

Sebuah koalisi yang terdiri dari 27 lembaga dan kementerian telah berkomitmen untuk mewujudkan visi ini, dengan menggelar berbagai program unggulan.

Di garis depan, Komite Pengembangan Kewirausahaan Nasional (PKN) berinisiatif menyalakan semangat kewirausahaan dari Sabang hingga Merauke, melalui inisiatif Entrepreneur HUB yang dirancang untuk mendukung wirausahawan dari berbagai tingkatan, mulai dari wirausaha pemula hingga mapan.

Baca juga: Ingin Memenangkan Kompetisi di Era Digital? Hindari "Chicken Mindset"

Meskipun ada upaya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk meningkatkan jumlah wirausahawan, pertanyaan yang muncul adalah mengapa Indonesia, dengan segala potensi yang dimiliki, belum mencapai puncak dalam kancah kewirausahaan global?

Jawabannya terletak pada pendekatan pembelajaran kewirausahaan yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem pendidikan kita. Berbeda dengan metode pembelajaran konvensional, pembelajaran kewirausahaan harus dimulai dengan aksi (ACT), diikuti oleh pembelajaran dari pengalaman (LEARN), dan kemudian membangun (BUILD) dari situ.

Mengadopsi model pembelajaran kewirausahaan yang telah terbukti sukses di institusi terkemuka seperti MIT.

Stanford dan Babson memang bukan tugas yang mudah atau murah. Di Indonesia, tanggung jawab ini diemban langsung oleh Direktorat Belmawa, Ditjen Diktiristek, Kemendikbudristek melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Program tersebut memungkinkan mahasiswa di seluruh Indonesia mengajukan proposal berbasis web untuk menggambarkan ide-ide usaha inovatif dengan dampak sosial yang signifikan.

Dengan bantuan dana mulai dari 15 Juta hingga 20 juta rupiah per kelompok, mahasiswa diberi kesempatan untuk mewujudkan ide mereka dalam berbagai bidang, seperti makanan minuman, budidaya, jasa, perdagangan, manufaktur, teknologi terapan, digital, industri kreatif, seni, budaya dan pariwisata.

Sebanyak 316 perguruan tinggi terlibat di tahun 2022, kemudian bertumbuh mencapai 371 perguruan tinggi di tahun 2023 dan selalu meningkat setiap tahunnya. Jika ini terus berlanjut, perguruan tinggi akan menjadi pabrik wirausaha terbesar di Indonesia.

Menyatukan Perguruan Tinggi dalam Misi Kewirausahaan

P2MW telah berhasil menginspirasi perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan jumlah partisipasi yang meningkat setiap tahun. Program ini tidak hanya memberikan dana, tetapi juga memfasilitasi pembangunan ekosistem kewirausahaan di kampus, dengan fokus pada budaya, sumber daya manusia, pendidikan, pembiayaan, dan akses pasar.

KMI Expo, yang merupakan pesta wirausaha tahunan bagi wirausaha mahasiswa, menjadi bukti dari dinamika ekosistem ini. Tahun 2023, KMI Expo ke 14 dilaksanakan di Bali tepatnya di Universitas Pendidikan Ganesha.

Pesta Wirausaha ini selalu dihadiri oleh lebih dari 4.000 mahasiswa wirausaha dari seluruh penjuru Indonesia. Hal ini terjadi karena P2MW adalah program satu satunya yang memberikan paket lengkap transformasi mahasiswa menjadi wirausaha melalui dana bantuan, pendampingan, jejaring, akses pasar hingga ekosistem wirausaha.

Mengakui Fasilitas yang Sudah Ada dan Membangun Kesadaran

Menurut data Global Entrepreneurship Monitor (GEM) tahun 2022, Indonesia telah menyediakan lebih dari cukup fasilitas untuk mendukung wirausaha. Namun, masih ada kesenjangan dalam kesadaran masyarakat tentang pentingnya jiwa kewirausahaan.

Ini tentu bukan hanya tugas pemerintah atau kampus, tetapi tanggung jawab kolektif untuk mengintegrasikan semangat kewirausahaan ke dalam budaya kita.

Baca juga: Kiat Memvalidasi Ide Bisnis Agar Sukses, Cocok Bagi Pengusaha Pemula

P2MW tetap konsisten dalam fokusnya pada pembelajaran kewirausahaan, dengan tujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha, menciptakan kampus yang mendukung dan menyebarluaskan semangat ini ke masyarakat luas. Menjembatani mahasiswa wirausaha dari kampus untuk terjun langsung ke lapak usaha.

Kita semua memiliki peran dalam mendukung wirausaha muda Indonesia, karena meskipun kebijakan dapat ditetapkan dari "istana", realisasi dan tanggung jawabnya ada di tangan kita semua. Bersama kita wujudkan kewirausahaan untuk semua.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau