Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Agar Bisnis Kuliner Tetap dalam Kendali Pemilik, Intip Strategi Warung Soto Ini

Kompas.com, 19 Maret 2024, 22:55 WIB
Bambang P. Jatmiko

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjalankan usaha warung makan yang memiliki sejumlah cabang membutuhkan strategi tertentu agar bisnis yang dijalankan tetap dalam kontrol pemilik.

Tanpa adanya kontrol, bukan mustahil usaha yang dijalankan berantakan. Kualitas makanan yang disajikan di cabang menurun, serta keuangan rawan terjadinya penyimpangan.

Sebaliknya, dengan adanya kontrol, makanan yang dijual di cabang-cabang tetap memiliki kualitas yang sama dengan cita rasa di warung pusat. Dan yang lebih penting, perputaran uang di cabang-cabang tetap dalam pengawasan owner.

Pentingnya kontrol bisnis tersebut disadari oleh manajemen warung soto & ayam goreng kampung H. Imam.

Baca juga: 7 Langkah Cerdas Mengelola Stok Bahan Baku dalam Bisnis Kuliner

Warung makan yang mengusung menu andalan soto khas Boyolali ini awalnya mulai berdiri di Pasar Minggu Jakarta Selatan, yang kini menjadi warung utama.

Seiring dengan berjalannya waktu, saat ini, warung soto & ayam Goreng H Imam memiliki sejumlah cabang, salah satunya di kawasan Grand Depok City (GDC), Cilodong Depok.

Menariknya, meskipun berada di cabang, cita rasa yag disajikan warung ini tidak berbeda dengan yang ada di warung pusat di Pasar Minggu.

Kuah bening yang gurih dan segar berpadu dengan irisan daging sapi ataupun daging ayam, membuat soto ini jadi pilihan bagi mereka yang melintas di kawasan GDC Depok, terutama saat berbuka puasa.

Masakan Dipasok dari Warung Utama

Perwakilan manajemen warung soto dan ayam goreng H Imam, Tarkum (30) saat ditemui Kompas.com di kawasan GDC Depok mengungkapkan bahwa pada dasarnya warung soto dan ayam goreng H Imam selalu berusaha konsisten menghadirkan cita rasa soto Boyolali yang khas.

Baca juga: Dua UMKM Kuliner asal Jawa Tengah Tembus Ekspor Pasar Eropa

Kunci dari cita rasa soto adalah kuahnya. Untuk itu, warung makan ini mendapatkan pasokan kuah dari pusatnya, yakni dari Pasar Minggu.

“Kuah dimasak di warung utama di Pasar Minggu dan diantarkan ke sini, sehingga rasa tetap sama antara yang di pusat dengan di cabang,” jelas dia saat ditemui Kompas.com, Selasa (19/3/2024).

Selain kuah, warung pusat juga memasok lauk-lauk lainnya yang menjadi pendamping seperti kerupuk, kikil, paru goreng, dan sebagainya. Sementara untuk gorengan, dimasak di warung cabang agar tetap hangat dan fresh.

“Gorengan kan harus hangat, sehingga harus dimasak di sini. Demikian pula untuk minuman, itu juga dibuat di cabang,” kata dia.

Warung soto H Imam Cabang DepokKOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko Warung soto H Imam Cabang Depok

Pakai QRIS BRI untuk Pembayaran

Sejak buka sekitar 4 bulan lalu, jumlah pengunjung warung soto H Imam terus bertambah. Sebelum Ramadan, warung ini ajeg menjadi tujuan masyarakat yang menginginkan soto dengan cita rasa khas Boyolali. Saat Ramadan, pengunjung baru mulai ramai menjelang waktu buka puasa.

Tarkum mengungkapkan pada hari biasa atau di luar bulan Ramadan, terdapat 50-100 pengunjung yang datang ke warung ini setiap harinya. Dari jumlah itu, mereka bisa memesan dua mangkok soto. Sementara pengunjung lainnya ada yang memesan ayam goreng yang juga menjadi menu favorit warung ini.

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau