Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Langkah Cerdas Mengelola Stok Bahan Baku dalam Bisnis Kuliner

Kompas.com, 28 Oktober 2023, 11:15 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Dalam menjalankan bisnis kuliner, mengelola stok atau persediaan bahan baku menjadi bagian yang cukup penting. Hal ini karena banyaknya jenis bahan baku yang dibutuhkan. Selain itu, juga karena masing-masing bahan baku memiliki masa kadaluarsa dan cara penyimpanan yang tidak sama.

Mungkin banyak pelaku usaha yang belum paham tentang pengelolaan stok barang yang tepat. Sehingga tak jarang kerap harus membuang beberapa persen stok karena rusak dan tak bisa lagi digunakan.

Dilansir dari Cermati.com, berikut ini beberapa langkah yang bisa digunakan untuk membantu mengelola bahan baku dalam bisnis kuliner, antara lain:

1. Menyusun Manajemen Inventori

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam pengelolaan bahan baku adalah dengan menyusun inventory management.

Pertama, pengelompokan bahan baku berdasarkan tujuannya, seperti barang apa saja yang akan langsung dijual, barang penunjang proses produksi dan barang peralatan pendukung.

Kedua, perhatikan cara penyimpanannya menggunakan lemari pendingin, chiller, ataupun freezer untuk barang yang perlu perhatian khusus seperti buah, sayur, dan makanan siap saji.

Ketiga, siklus perputaran dalam menyusun stok bahan baku yang terbagi atas fast-moving (barang yang berkaitan dengan kadaluarsa) atau slow-moving yang tahan lebih lama.

2. Three Way-Matching

Strategi selanjutnya ini disebut juga dengan metode pencocokan tiga sumber data. Yakni data PO atau purchase order, invoice dari pihak supplier, dan data barang diterima atau GRN (Good Receipt Note).

Ketiga data tersebut harus memiliki kesesuaian antara satu dengan yang lain. Ini dilakukan untuk memastikan akurasi data terkait jumlah barang apa saja yang sudah dibeli.

Ketika menggunakan metode ini, pastikan untuk selalu memperhatikan informasi penting yang ada. Mulai dari tanggal pesanan dibuat, penerimaan barang, waktu pembayaran, hingga siapa penerima dan yang menghitung barang tersebut.

Baca juga: Bisnis Kuliner yang Bisa Cuan Banyak Patut Dicoba

3. First Expired, First Out (FEFO)

Ini merupakan salah satu aturan paling dasar dalam mengelola stok barang, terutama bahan baku dalam bisnis kuliner. Dimana barang dengan masa kadaluarsa lebih dulu yang sebaiknya lebih dulu diolah atau digunakan.

Untuk itu, Anda perlu mengatur posisi stok di lemari penyimpanan dengan lebih terorganisir. Pastikan stok lama atau tanggal kadaluarsanya sudah dekat berada di posisi depan, agar lebih mudah untuk dijangkau.

Jika perlu, tulis tanggal kadaluarsa dari masing-masing stok di kartu stock recording atau stock opname. Lalu simpan di masing-masing pintu lemari penyimpanan. Sehingga, Anda bisa mengambil stok yang paling lama lebih dulu tanpa harus melakukan pengecekan lagi.

4. Stock Opname

Dalam bisnis kuliner, ada yang namanya stock recording atau disebut juga stock opname. Ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap menjelang akhir periode atau tutup gerai. Yakni melakukan penghitungan dan pencatatan semua jenis barang atau bahan baku secara fisik.

Biasanya, pencatatan stok ditulis di kartu agar lebih mudah dilihat, sekaligus untuk pencocokan data. Karena biasanya, pencocokan tersebut dilakukan dengan membandingkan beberapa data yang ada. Mulai dari jumlah stok barang sebelumnya, dengan jumlah penjualan, serta jumlah stok yang ada saat ini.

Halaman:

Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau