Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Langkah Cerdas Mengelola Stok Bahan Baku dalam Bisnis Kuliner

Kompas.com, 28 Oktober 2023, 11:15 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Pemberlakuan stock opname ini bukan hanya dilakukan untuk menjaga keberadaan stok barang tetap aman. Tapi juga untuk meminimalisir terjadinya financial loss akibat kehilangan atau kerusakan barang dan sebagainya.

5. Forecasting

Langkah selanjutnya dalam proses pengelolaan stok barang adalah forecasting. Dalam tahap ini, Anda perlu menggunakan data rujukan dari manajemen inventori dan juga stock opname. Nantinya, data tersebut akan digunakan untuk memprediksi berapa jumlah barang yang harus ditambahkan ke stok penyimpanan.

Hal ini dilakukan agar stok barang selalu aman dan tak sampai kehabisan, terutama saat menghadapi momen ramai pengunjung. Misalnya di momen lebaran, Natal, tahun baru dan sebagainya. Inilah mengapa setiap pelaku usaha kuliner wajib membuat estimasi dengan jeli saat melakukan forecasting.

6. Dukungan Software

Data dan informasi terkait stok barang dalam bisnis kuliner biasanya cukup banyak. Hal ini tentu bisa membuat pemilik usaha kewalahan ketika harus mengambil keputusan dalam waktu yang singkat.

Namun, tak perlu khawatir karena saat ini sudah tersedia banyak sekali software yang bisa memudahkan pekerjaan tersebut. Anda bisa memilih software yang cocok untuk mengelola stock management. Bahkan ada pula yang sudah terintegrasi dengan keuangan bisnis juga, lho.

Hal ini tentunya sangat penting, karena akan sangat membantu untuk mengawasi dan mengelola stok barang. Selain itu, juga bisa membantu mengawasi arus kas masuk dan keluar dari usaha kuliner tersebut.

7. Peer to peer (P2P) Relationship

Langkah terakhir yang tak kalah krusial dalam mengelola stok barang dalam bisnis kuliner adalah menjaga hubungan baik dengan para supplier. Strategi ini pula yang berhasil membawa McDonald’s jadi salah satu resto yang memiliki supply chain management terbaik.

Alih-alih hanya fokus dengan harga bahan baku per item, McDonald’s justru fokus menciptakan hubungan yang baik dengan para supplier-nya terutama untuk jangka panjang. Caranya dengan menjalin komunikasi yang efektif, baik secara informal maupun formal.

Tentunya ini punya banyak tujuan, mulai dari menjaga kestabilan ketersediaan bahan baku hingga kualitasnya. McDonald’s menjadikan supplier-nya sebagai rekan kerja yang membantunya mencapai target.

Mengelola stok barang dan bahan baku dalam bisnis kuliner memang bukan hal yang mudah, apalagi ada banyak barang yang perlu diperhatikan. Beberapa strategi diatas bisa membantu Anda lebih mudah dalam mengelola stok. Perlu diingat, bahwa mengoptimalkan strategi pengelolaan persediaan bahan baku bukan hanya mampu mencegah kerugian.

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau