Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Beauty Vlogger, Rania Merambah Bisnis Florist Beromzet Jutaan Rupiah

Kompas.com - 21/03/2024, 09:05 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com – Gen Z selalu punya cara untuk memulai bisnis yang menarik saat ini. Bahkan, setangkai bunga yang dikemas dengan cantik bisa dijadikan ide usaha yang punya banyak peminat.

Seperti yang dilakukan owner Crana Florist, Rania Cantika (24) pebisnis muda yang membangun usaha flower shop di Bogor.

Sebelum menjadi florist, Rania merupakan seorang content creator, khususnya beauty vlogger yang hits di TikTok dan Instagram.

Baca juga: Buka Bisnis Buket? Simak Tips Ini agar Bunga Tetap Segar

Namun semenjak ditinggal ayahanda berpulang, Rania merasa enggan membuat konten yang mengharuskan dia selalu terlihat happy di depan kamera, sementara suasana hatinya masih berduka.

Rania akhirnya memutuskan rehat sejenak sebagai beauty vlogger dan mencari kesibukan lain, untuk melupakan rasa gelisahnya.

Tak disangka, belajar merangkai bungan membantunya healing. Sejak itu, Rania menemukan minat baru, menjadi seorang florist. Terlebih lagi, Rania juga sangat menikmati kegiatan kreatif yang mengandalkan hasil tangannya.

“Di momen saat ayahku meninggal aku jadi moody-an untuk ngonten make-up. Karena aku harus kelihatan full happy padahal aku masih berduka. Nah dengan adanya flower shop ini pikiran aku jadi ke-distract. Aku jadi lupa kalau aku lagi sedih,” papar Rania saat diwawancarai oleh Kompas.com pada Sabtu (16/03/2024).

Baca juga: Buka Bisnis Buket? Simak Tips Ini agar Bunga Tetap Segar

Butuh Modal Rp 10 Juta

Rania merencanakan bisnis flower shop sejak tahun 2023, namun baru resmi berjalan pada awal tahun 2024.

Dengan modal Rp 10 juta Rania membangun bisnisnya. Meskipun membutuhkan alat yang cukup mahal sebagai modal usaha, Rania mengaku saat bisnisnya berjalan, ia bisa mendapat keuntungan.

“Modal awalnya lumayan besar sekitar Rp 10 juta. Karena maintenance bunga itu yang bikin mahal, seperti butuh chiller biar tetap fresh. Untungnya alat ini untuk jangka panjang, jadi modal besar di awal, tapi setelah dijalanin tetap cuan,” jelas Rania.

Bisnis toko bunga yang diberi nama Crana Florist ini, menjual bunga tangkai hingga buket bunga dengan harga terjangkau di Taman Cimanggu Tirta, Kota Bogor.

Melalui usahanya ini, Rania juga ingin mengedukasi masyarakat, kalau bunga tidak melulu mahal harganya.

Setangkai bunga mulai dari harga Rp 5.000 saja dan buket bunga dengan kisaran harga di bawah Rp 50.000. Rania juga menerima request desain buket bunga sesuai keinginan konsumen.

“Orang sering mengira bunga itu mahal, aku mau kasih tahu kalau bunga itu enggak mahal. Buktinya aku jual bunga per tangkai Rp 5.000 dan itu sudah free wrapping,” kata Rania.

Menurut Rania bisnis flower shop ini menjanjikan, karena saat ini Gen Z menyukai sesuatu yang estetik. Crana Florist pun memiliki ciri khas warna pastel yang cantik dan banyak disukai Gen Z akhir-akhir ini.

Baca juga: Tertarik Jadi Florist dan Berbisnis Toko Bunga? Simak Tips Berikut

Buka Flower Market di Cafe

Untuk memperluas pasar, Rania sering membuka flower market di cafe dan tempat hits sekitar Bogor.

Terbukti flower corner yang cantik, selalu berhasil menarik banyak muda-mudi penasaran. Bahkan, omzet penjualan Crana Florist bisa mencapai jutaan rupiah sehari.

“Biasanya kalau hari-hari tertentu itu aku dapat orderan bisa sampai 30 pieces. Apalagi kalau lagi flower market, menurut aku cuan banget sih. Omzetnya bisa mencapai Rp 1 juta sehari, kalau dua hari bisa mencapai Rp 2,5, juta sementara modalnya jauh di bawah itu,” ungkap Rania.

Sebagai content creator, Rania tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan

memanfaatkan platform media sosialnya untuk promosi. Sering kali kontennya viral karena konsep promosi yang update dan mengikuti tren Gen Z saat ini.

Bahkan, banyak followers Rania yang menantikan flower market Crana Florist di luar Kota Bogor.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau