Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Nurhayati, Rintis Bisnis Kue Kering hingga Beromzet Ratusan Juta

Kompas.com - 11/04/2024, 20:00 WIB
Ester Claudia Pricilia,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Di dalam dunia kuliner, tidak sedikit orang yang memulai karir mereka dari bawah. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, mereka fokus untuk menjadi seorang chef (juru masak). Setelah puas bekerja di dapur, banyak juga yang memutuskan untuk membuka bisnisnya sendiri.

Salah satunya adalah Nurhayati (51), ia merupakan seorang chef di bidang pastry dan bakery. Nurhayati bekerja dari tahun 1991 sebagai chef. Kemudian, pada tahun 2007 ia memutuskan membuka bisnis kuenya sendiri, yang diberi nama Cahaya Cookies.

Baca juga: 4 Kiat Sukses bagi Mantan Chef Restoran Memulai Bisnis Kuliner Pribadi

Melihat Peluang Bisnis yang Besar

“Saya memang bekerja di FnB jadi chef, tapi sekarang ini handle di back office-nya saja. Waktu itu pernah juga jadi asesor kompetensi juga yang medamping UMKM, terus melihat peluang mereka ternyata besar juga, jadi saya juga buka bisnis sendiri,” jelas Nurhayati di Jakarta, Senin (08/04/2024).

“Kalau ditanya kenapa saya pilih bisnis kue, karena kalau bakery atau pastry itu kayak seni. Selain itu ya juga karena basic dan passion saya memang di kue,” tambahnya.

Tahun 2007 Nurhayati mengaku masih melakukannya dengan iseng-iseng saja, karena masih fokus pada pekerjaan utamanya yaitu chef. Namun mulai tahun 2015, Nurhayati fokus untuk menjadi entrepreneur dan fokus kepada Cahaya Cookies.

Bergabung dengan Jakpreneur

Ia mulai mencari bantuan pemerintah atau komunitas-komunitas yang dapat membantunya berkembang dalam bisnis. Tahun 2015 ia mulai bergabung dengan Jakarta Entepreneur, yaitu komunitas wrausaha di Jakarta. Ia mengaku mendapatkan pelatihan dan pembinaan untuk terus membangun bisnisnya tersebut.

Jakpreneur telah banyak membantu Nurhayati, termasuk dalam pengurusan sertifikasi halal dan P-IRT. Jakpreneur juga selalu membawa Cahaya Cookies untuk mengikuti pameran di berbagai daerah.

Dipesan 5.000 Toples oleh Hotel Bintang 5 

Bentuk keseriusan Nurhayati dan bantuan Jakpreneur bagi Cahaya Cookies nyata terlihat. Memasuki bulan Ramadhan ini, Nurhayati bisa menerima puluhan ribu pesanan kue kering dan kue-kue lainnya. Bahkan tahun ini, Nurhayati menerima pesanan 5.000 toples dari hotel bintang lima di Jakarta.

Baca juga: Cerita Rosalia, Bisnis Kue Kering hingga Laris Ribuan Toples saat Ramadhan

“Dengan pencapaian itu, saya mau membuktikan bahwa produk UMKM juga kuat dan bisa bersaing dengan makanan atau merek-merek mewah di luar sana,” ujarnya.

Produk Cahaya Cookies - Kue KeringKompas.com - Ester Claudia Pricilia Produk Cahaya Cookies - Kue Kering

Omzet 150 juta dengan 10.000 Toples Ludes Tiap Ramadhan

Banyaknya pesanan yang masuk itu berdampak pada kenaikan omzet Cahaya Cookies. Di bulan Ramadhan, Nurhayati mengaku ia bisa mendapatkan omzet sebesar Rp 150 juta, padahal jika di bulan biasa, ia hanya menerima sekitar Rp 9 juta per bulannya.

Padahal untuk memulai bisnisnya pun tak menggunakan modal yang tinggi. Nurhayati mengaku ia hanya memerlukan modal sebesar Rp 5 juta untuk memulai Cahaya Cookies.

Rasa Bintang Lima, Harga Kaki Lima

Cahaya Cookies menggunakan bahan-bahan kelas satu atau premium untuk memproduksi kue-kuenya. Namun, Nurhayati memasarkannya dengan harga-harga yang cukup murah, yaitu mulai dari Rp 15.000 sampai yang termahal hanya di angka Rp 80.000.

“Cahaya Cookies itu, rasa nintang lima, harga kaki lima. Walaupun pakai bahan premium, tapi harganya saya buat murah. Jadi saya siap dan berani bersaing,” ungkap Nurhayati.

Varian-varian di Cahaya Cookies itu terdiri dari rice crispy, roti panggang, lapis peanut, bomboloni, puding kelapa cokelat, choco chips, nastar berbentuk tulip, dan masih banyak lagi. Varian unggulan Nurhayati adalah rice crispy.

Memproduksi Kue yang Spesial yang Tidak Dimiliki Kompetitor

Nurhayati berkomitmen untuk melakukan produksi yang tidak biasa dan spesial. Ia terus bereksperimen agar produknya berbeda dan tidak dipunyai oleh kompetitor lain seperti rice crispy tersebut yang tidak dimiliki di bisnis cookies lainnya.

“Saya yakin produk saya berbeda dengan kompetitor, bisa dilihat dari rice crispy saya. Saya yakin mereka tidak punya itu, hanya saya saja yang jual,” kata Nurhayati.

Strategi Pemasaran Cahaya Cookies

Telah berjalan selama lebih dari 15 tahun dan dengan semua pencapaian Cahaya Cookies, Nurhayati mengaku menggunakan beberapa strategi pemasaran, yaitu networking, media sosial Instagram, e-commerce, dan aplikasi daring.

“Sejauh ini untuk urusan marketing, masih saya jalanin sendiri, memang sedikit kewalahan tapi harus tetap fokus karena marketing itu penting bagi sebuah bisnis agar produk kita dikenal,” ujar perempuan asli Jakarta itu.

Nurhayati Memberdayakan Ibu-ibu Rumah Tangga

Sampai sejauh ini, Nurhayati telah memberdayakan lima orang karyawan tetap untuk bagian produksi. Namun, jika pesanan ramai seperti saat Ramadhan, ia akan menambah tenaga kerja yaitu ibu-ibu rumah tangga dari sekitar lokasi usahanya yaitu di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ia mengaku, mereka dibayar harian per resepnya.

Produk Cahaya Cookies - Rice CrispyKompas.com - Ester Claudia Pricilia Produk Cahaya Cookies - Rice Crispy

Baca juga: Cerita Robby Herdian, Gagal Berbisnis Pertanian tapi Sukses Berjualan Kue Kering

Teman, keluarga Nurhayati, dan Jakpreneur sangat mendukung bisnisnya itu. Nurhayati sangat berterima kasih atas dukungan, pendampingan, dan pembinaan yang diberikan

“Saya berharap dengan dukungan itu, Cahaya Cookies bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, penjualan bagus dan omzet-nya pun semakin bagus. Saya juga berharap bisa punya toko sendiri dan punya tempat produksi yang luas, agar bisa rekrut orang-orang supaya kita bisa belajar sembari hasilkan uang,” kata Nurhayati.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau