Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ka Nung Bakery Ungkap Strategi Bisnisnya hingga Mampu Bertahan Puluhan Tahun

Kompas.com - 16/05/2024, 14:30 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Jika satu orang pekerja sekitar delapan jam sekiranya hanya bisa membuat 300 roti secara manual, sementara dengan mesin ini bisa sampai 1.000 roti dalam sehari.

Ini menjadi salah satu inovasi baru yang membedakan generasi pertama dan generasi kedua Ka Nung Bakery.

Menghadirkan Variasi Baru

Sejak awal didirikan, Ka Nung Bakery memang sudah memunculkan hal baru di kalangan masyarakat Bogor. Mereka yang pertama kali menjual roti konde (roti canai) di Bogor. Pada tahun itu, tentu masyarakat masih awam dengan jenis roti ini.

Memang awalnya Ka Nung Bakery hanya menjual satu jenis roti, yaitu roti konde. Namun seiring berjalannya waktu, Ka Nung Bakery semakin memperluas variasi produknya dengan menghadirkan berbagai sajian Timur Tengah lainnya.

Seperti samosa, kebab, dan masih banyak lagi. Dapat dibilang, Ka Nung Bakery pelopor makanan Timur Tengah di Bogor.

"Awalnya hanya roti konde, tapi lama kelamaan permintaan terus meningkat, jadi kami hadirkan sajian Timur Tengah yang lain. Mereka yang sudah suka dan percaya dengan roti konde kami akhirnya penasaran ingin coba produk-produk lain Ka Nung Bakery," ujar Askar.

Baca juga: Cara Tan Ek Tjoan Bakery Bertahan dari Persaingan Bisnis dan Perubahan Zaman

Strategi Digital Marketing

Perubahan zaman adalah salah satu hal yang tidak bisa dihindari. Sekalipun bisnis ini sudah legendaris, Ka Nung Bakery tetap beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Selain berupaya membuat inovasi mesin roti, Askar kini mulai menggerakkan pemasaran digital. Dia menjual produknya di berbagai e-commerce.

Promosi di media sosial pun tidak ketinggalan. Ka Nung Bakery rutin membuat konten dan mengonsepkan desain feeds Instagram-nya.

Bahkan, mereka juga membuat maskot Ka Nung Bakery berkarakter rusa Bogor berwarna biru.

Ini merupakan salah satu strategi marketing Ka Nung Bakery, agar terus mengikuti tren terkini di era digital.

"Kami juga memasarkan produk ke e-commerce, marketing di media sosial juga tentunya sudah mulai digerakkan. Karena bagaimana pun, kami harus mengikuti kemajuan zaman," ucap Askar menutup pembicaraan.

Baca juga: Tak Banyak Anak Muda yang Tahu Kelapa Kopyor, Begini Cara Kopyor Bogor Memperkenalkannya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau