Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Memasuki Musim Hujan? Ini 5 Ide Bisnis yang Berpotensi Cuan

Kompas.com - 26/09/2024, 18:17 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Indonesia biasanya memasuki musim kemarau di bulan April hingga September, dan mulai memasuki musim hujan dari bulan Oktober hingga Maret.

Namun, tahukah kamu kalau berbeda musim maka berbeda pula peluang bisnis yang memiliki potensi cuan di musim tersebut. Salah satu alasan yang mendukung hal ini karena ada perbedaan kebutuhan konsumen dalam aktivitas sehari-hari di musim kemarau dan musim hujan.

Sangat besar kemungkinannya beberapa bisnis justru laku keras di salah satu musim tersebut saja, karena momentumnya sesuai dengan produk atau jasa yang ia tawarkan.

Baca juga: 7 Ide Bisnis Anti-Mainstream dan Jadi Tren

Berhubung sebentar lagi memasuki musim hujan di bulan Oktober, berikut ini beberapa ide bisnis yang potensial akan laris di musim hujan. Susah siap menghasilkan banyak cuan untuk enam bulan ke depan? Simak ide bisnis di musim hujan seperti yang dilansir dari Startuptipsdaily.com,

1. Menjual Payung dan Jas Hujan

Tidak perlu diragukan lagi bahwa menjual payung dan jas hujan termasuk salah satu bisnis yang laris manis di musim hujan, sebaliknya kedua produk ini cenderung sulit untuk terjual di musim kemarau. Maka dari itu, kamu bisa memaksimalkan penjualan di musim hujan ini.

Selain itu, bisnis ini juga terbilang cukup mudah dijalankan. Kamu bisa membeli payung atau jas hujan yang sudah jadi dari produsen kemudian menjualnya kembali.

Keuntungan yang kamu dapatkan juga cukup menjanjikan, terlebih lagi jika kamu menjualnya di tempat-tempat ramai seperti pusat perbelanjaan hingga sekitar perkantoran.

Baca juga: 4 Ide Bisnis Ini Cocok Untuk Kepribadian Introvert, Tertarik?

Biasanya saat musim hujan tiba, mungkin saja hujan turun secara tiba-tiba sehingga orang yang berada di sekitar lokasi tersebut langsung membutuhkan payung dan jas hujan. Itulah mengapa kamu bisa mendapatkan banyak pembeli.

2. Bisnis Cuci Kendaraan

Sebenarnya, bisnis cuci kendaraan bisa laku di musim hujan maupun musim kemarau. Namun, di musim hujan potensinya justru terbilang semakin besar.

Saat musim hujan, kemungkinan kendaraan akan lebih kotor karena lumpur. Berbeda dengan kotor karena debu biasa saat musim kemarau. Membersihkan lumpur tentunya membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih.

Terlebih lagi untuk kendaraan mobil, saat musim hujan yang kotor bukan hanya body luar mobil tetapi juga di dalamnya karena saat ada orang yang masuk sepatunya cenderung lebih kotor karena hujan.

Baca juga: 5 Ide Bisnis Di Pantai Dengan Modal Rendah Tapi Auto Cuan

Mengingat hal ini, kebanyakan pemilik kendaraan lebih enggan untuk mencuci mobil sendiri di musim hujan karena pada dasarnya lebih rumit dan melelahkan. Mereka cenderung akan mencuci kendaraannya melalui tempat cuci kendaraan.

3. Menjual Jaket dan Sweater

Jaket dan sweater cenderung lebih mudah terjual saat musim hujan. Banyak orang yang mempersiapkan diri memasuki musim hujan dengan membeli jaket dan swater baru.

Musim hujan yang berlangsung selama kurang lebih enam bulan ini tentu membutuhkan stok jaket dan sweater yang lebih banyak. Itulah mengapa penjualan jaket dan sweater saat memasuki musim hujan terbilang berpotensi laris.

Sementara itu, di musim kemarau terbilang lebih sulit untuk menjual jaket dan sweater, mungkin ada beberapa orang yang membeli tetapi jumlahnya tidak akan sebanyak saat musim hujan di mana orang-orang membutuhkan pakaian tebal.

Baca juga: 4 Ide Bisnis untuk Mahasiswa, Mudah dan Tak Butuh Modal Besar

Halaman:

Terkini Lainnya
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Perkuat Koperasi dan UMKM, Mantan Gubernur BI Luncurkan BACenter
Perkuat Koperasi dan UMKM, Mantan Gubernur BI Luncurkan BACenter
Program
Dompet Dhuafa Kenalkan Potensi Ekonomi Kaki Gunung Lawu lewat 'Fun Run'
Dompet Dhuafa Kenalkan Potensi Ekonomi Kaki Gunung Lawu lewat "Fun Run"
Program
Kajari Kota Malang Blusukan ke Pasar Klojen, Dorong UMKM Miliki Legalitas Usaha
Kajari Kota Malang Blusukan ke Pasar Klojen, Dorong UMKM Miliki Legalitas Usaha
Training
Miliki 45 Juta Peserta Aktif, BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pekerja Informal
Miliki 45 Juta Peserta Aktif, BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pekerja Informal
Program
Berdayakan Perempuan, Penerbitan Orange Bond oleh PNM Diapresiasi
Berdayakan Perempuan, Penerbitan Orange Bond oleh PNM Diapresiasi
Program
Ekonomi Lesu, Ajang Fashion Show Jadi Panggung Harapan UMKM Fesyen
Ekonomi Lesu, Ajang Fashion Show Jadi Panggung Harapan UMKM Fesyen
Program
Dukung Petani Kopi Lokal, DBS Salurkan 'Blended Finance' ke Adena Coffee
Dukung Petani Kopi Lokal, DBS Salurkan "Blended Finance" ke Adena Coffee
Program
Ekspor Minuman Naik Tajam, UMKM Punya Peluang Tembus Pasar Global
Ekspor Minuman Naik Tajam, UMKM Punya Peluang Tembus Pasar Global
Jagoan Lokal
APINDO: UMKM Jangan Hanya Bertahan, Tapi Harus Berkelanjutan
APINDO: UMKM Jangan Hanya Bertahan, Tapi Harus Berkelanjutan
Training
Dukung Usaha Digital, Kemenko PM Gandeng Google-Meta Luncurkan Program Pemberdayaan
Dukung Usaha Digital, Kemenko PM Gandeng Google-Meta Luncurkan Program Pemberdayaan
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau