Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meningkatkan Kontribusi UMKM di Pasar Ekspor

Kompas.com - 02/10/2024, 16:05 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Salah satu cara efektif untuk mengenalkan produk ke pasar global adalah dengan berpartisipasi dalam pameran dagang internasional.

Namun, biaya partisipasi yang tinggi sering kali menjadi kendala bagi UMKM. Keterbatasan ini juga membuat mereka sulit mengakses informasi pasar yang akurat dan terkini, yang sangat diperlukan untuk merencanakan strategi ekspor.

Masalah ketiga, yang juga sangat krusial, adalah akses permodalan. Berdasarkan survei Pricewaterhouse Coopers, sekitar 74 persen UMKM Indonesia masih belum memiliki akses memadai terhadap pembiayaan.

Banyak UMKM yang kesulitan mendapatkan modal yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk, memperluas pemasaran, atau memenuhi permintaan pasar yang meningkat.

Persyaratan agunan yang ketat dari lembaga keuangan juga sering kali menjadi penghalang bagi UMKM yang tidak memiliki aset cukup.

Menghadapi berbagai tantangan ini, peran pemerintah menjadi sangat penting. Kegiatan sosialisasi saja tidak cukup.

Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan adalah membangun Pusat Pengembangan Ekspor di berbagai daerah dengan potensi ekspor yang besar.

Pusat ini dapat berfungsi sebagai pusat layanan terpadu bagi UMKM eksportir, menyediakan berbagai fasilitas seperti pusat pengetahuan tentang ekspor, peningkatan kapasitas jaringan, serta akses terhadap pembiayaan.

Di pusat ini, UMKM dapat memperoleh pelatihan tentang prosedur ekspor, bantuan dalam memenuhi standar kualitas internasional, serta peluang untuk berpartisipasi dalam inkubator bisnis.

Selain itu, pusat pengembangan ekspor juga dapat menjadi wadah bagi UMKM untuk berinovasi dan mengembangkan produk-produk baru yang berorientasi ekspor. Inisiatif ini akan sangat membantu dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi UMKM.

Dengan dukungan tepat, UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan kontribusi mereka terhadap ekspor nasional, sekaligus memperkuat perekonomian Indonesia di kancah global.

Selain itu, pemerintah juga dapat memberikan insentif dalam bentuk kemudahan akses ke pameran dagang internasional bagi UMKM, seperti subsidi biaya partisipasi atau kemitraan strategis dengan platform digital yang memungkinkan produk UMKM lebih mudah dipasarkan ke luar negeri.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM sendiri, kita dapat berharap bahwa kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional akan semakin meningkat, mendekati atau bahkan melampaui angka yang dicapai oleh negara-negara tetangga.

Penguatan sektor UMKM dalam ekspor akan membawa dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi pelaku UMKM, tetapi juga bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau