Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Entredev 2024 Bantu Dongkrak Omzet UMKM Hingga Buka Akses Pasar Global

Kompas.com, 6 Desember 2024, 16:15 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Usaha, Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sukses menyelenggarakan Networking and Appreciation Day 2024, sebagai tahap akhir Program Entrepreneur Development (Entredev) yang sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan Program Entredev 2024.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Siti Azizah mengatakan, Program Entredev 2024 berhasil menjembatani perluasan pasar global peserta program ke negara Malaysia dan Jepang. Serta sebanyak 45 persen peserta mampu berkolaborasi lintas peserta dan dengan stakeholder.

“Sepanjang tahun ini, Program Entredev 2024 telah menunjukkan manfaat nyata dengan 89 persen peserta program, mampu meningkatkan omzet rata-rata mencapai 85 persen per bulan,” kata Siti Azizah dalam acara Networking and Appreciation Day 2024 di Hotel Akmani, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2024) seperti termuat dalam siaran pers.

Ia mencontohkan salah satu peserta Entredev yang meraih pembiayaan dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebesar Rp1 milliar yakni Digibook.

“Lalu, pembiayaan Sistem PO dari ALAMI sebesar Rp500 juta. Dan direct buyer dari Jepang dengan nilai kontrak 35.000 dolar AS kepada Semesta Agro,” kata Siti.

Siti Azizah mengungkapkan, gambaran capaian tersebut mempertegas bahwa wirausaha dalam negeri memiliki peranan yang sangat penting sebagai penggerak perekonomian nasional.

“Namun tidak dipungkiri, bahwa kita masih dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan wirausaha baru yang berdaya saing dan rasio kewirausahaan yang lebih baik,” ucapnya.

Baca juga: Tingkatkan Inovasi Wirausaha Muda, Program Lanjutan Entredev 2024 Digelar

Jika dibandingkan negara-negara ASEAN, Singapura telah mencapai rasio wirausaha sebesar 8,76 persen, Thailand sebesar 4,26 persen, dan Malaysia sebanyak 4,74 persen. Sementara Indonesia, posisi rasio wirausaha masih di angka 3,35 persen dari total penduduk Indonesia.

Konsistensi komitmen, kerja keras, dan kolaborasi menjadi kekuatan bersama untuk meningkatkan rasio dan penumbuhan wirausaha baru. “Indonesia butuh lebih banyak wirausaha untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mendorong kemajuan negara,” katanya.

Siti Azizah mengatakan, Entredev 2024 berfokus kepada perbaikan tata kelola usaha dan keberlanjutan usaha dengan memfasilitasi konsultasi bisnis dan pendampingan usaha bagi wirausaha sektor agrikultur, kesehatan, beauty & wellness, dan teknologi.

Kegiatan tersebut berlangsung sekitar lima bulan. Dimulai pada Juni 2024 dikemas secara terstruktur dengan rangkaian kegiatan seperti tahapan Case Session/Online Consultation (2.300 peserta), tahapan Growth Sprint/Online Consultation & Offline Consultation (300 peserta), tahapan Stakeholder Meet up (90 peserta), dan tahapan Networking Day (30 peserta).

Ia menyampaikan, sejak tahun 2021 sampai menjelang akhir 2024, Program Entredev 2024 telah memberikan akses konsultasi bisnis dan pendampingan bagi 8.300 wirausahawan, dengan melibatkan 282 pendamping dan lebih dari 500 stakeholder sebagai kolaborator, akselerator, dan agregator.

“Ini menjadi bagian dari upaya penguatan dan pengembangan ekosistem kewirausahaan nasional, untuk kemajuan bisnis para pengusaha UMKM sebagai wirausahawan, dan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan usaha yang lebih berkualitas,” kata Siti Azizah.

Untuk itu, Pemerintah melalui Kementerian UMKM akan melanjutkan kebijakan dan program strategis kewirausahaan secara utuh dari hulu-hilir seperti pengembangan ekosistem bisnis (eHub), pengembangan wirausaha melalui lembaga inkubator dan inkubasi usaha (iStartUp.id).

Kemudian, Program Pembiayaan Alternatif Wirausaha (Entrepreneur Financial Fiesta) dan fasilitasi lainnya seperti kemudahan akses legalitas dan sertifikasi usaha, perluasan promosi, akses pasar dan pemasaran, serta perlindungan wirausaha.

Di kesempatan yang sama, salah satu peserta Entredev 2024, Founder Digibook Promotion Didi Listi Abi mengungkapkan pengalamannya. Sebagai platform on demand percetakan yang telah beromzet Rp600-Rp700 juta per bulan, ia merasakan Program Entredev sebagai program yang paling cocok untuk pengusaha UMKM.

“Pengalaman saya dari beberapa event yang saya ikuti, Entredev ini event yang paling bagus. Tak hanya mendapat teman diskusi lewat mentoring, saya juga mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan beberapa mitra,” ujarnya.

Baca juga: Kementerian UMKM Gelar Ajang Kumpul UMKM Bertajuk Jalin Lokal

Salah satunya dengan mitra perbankan yaitu, BSI. Didi mengatakan, Digibook sukses meraih pembiayaan dari BSI dengan rate yang cukup menarik. “Saya di sini tidak hanya mencari buyer, tetapi juga mencari mitra bisnis, akselerator, dan mentor,” ujarnya.

Senada dengan Digibook, Founder dan CEO Semesta Agro Indonesia Agriculture Brili menuturkan, dalam program Entredev, ia bisa secara langsung dipertemukan dengan stakeholder yang sesuai untuk mendukung scale-up usahanya.

“Kami mendapat banyak kesempatan untuk bertukar informasi. Bahkan sampai dapat deal bisnis stakeholder. Salah satunya bertemu dengan Awina, lembaga agregator yang memiliki koneksi cukup kuat di Jepang,” katanya.

Hasil dari kegiatan Networking Day ini memberikan solusi langsung atas kebutuhan pengembangan usaha peserta seperti Sambal APB untuk memenuhi PO Domart Malaysia yaitu adanya potensi kerjasama dengan Teguk dalam hal penyediaan Pabrik dan peralatan mesin untuk produksi Sambal APB dalam jumlah besar, ASEI untuk mensupport asuransi/biaya ekspor dan AMATI untuk engagement dari segi digitalisasi marketing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau