Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Produk Customized UMKM Makin Digemari, Penggunaan 3D Printer akan Meningkat

Kompas.com - 14/07/2022, 06:30 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Munculnya tren permintaan atas produk-produk yang customized di kalangan UMKM diprediksi akan membuat penggunaan 3D printing akan semakin meluas.

Direktur PT Astra Graphia Tbk dan Presiden Direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia Widi Triwibowo menuturkan saat ini sudah ada kecenderungan di sejumlah negara bahwa konsumen bisa menentukan langsung model produk yang ingin dibeli.

"Ini membuat proses dari konsumen bisa langsung ke proses produksi. Untuk itu, penggunaan 3D printing akan naik ke depannya," ujarnya dalam diskusi bersama media, Rabu (13/7/2022).

Baca juga: Pasar Alkes Terbuka Lebar, Pelaku Usaha Lokal Harus Siap Memanfaatkan

Menurut Widi, ke depan, produk-produk yang customized menjadi sesuatu yang tak terelakkan ketika masyarakat sudah masuk ke fase industry 4.0.  

Ta dimungkiri, bahwa saat ini penggunaan produk yang customized masih lebih mahal jika dibandingkan dengan produk yang dibuat secara massal. Namun hal itu bisa saja berubah ketika perangkat 3D printing lebih murah dan bisa membuat biaya produksi lebih rendah dari produksi massal.

Sejauh ini, sektor-sektor yang sudah banyak menggunakan perangkat 3D printing di antaranya produsen spare part, industri kemasan, hingga pelaku seni.

"Bahkan saat ini 3D printing sudah mulai diaplikasikan oleh dokter gigi untuk memperbaiki susunan gigi menggantikan penggunaan kawat," jelas dia.

Sementara itu, Head of 3D Printing Business Consumer & Commercial Segment Astra Graphia, Leonardo Kurniawan menjelaskan, 3D printing sudah memungkinkan untuk membuat produk yang customized menjadi lebih murah ketimbang produksi massal dalam hal pembuatan cetakan awal.

"Kalau produksi massal, cetakan awal jika ada kerusakan, itu mahal sekali penggantiannya. Kalau menggunakan 3D printing, itu jika ada kesalahan tinggal mengganti yang salah dengan yang baru, dengan menggunakan 3D printing," jelasnya.

Peluncuran Produk 3D Printer

Dalam kesempatan itu, PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia) melalui unit usaha yakni PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI), memperkenalkan teknologi pencetakan tiga dimensi (3D printing) dan meluncurkan mesin cetak 3D (3D printer) di Indonesia.

Baca juga: Anak-anak Muda Harus Cakap Berbisnis di Sektor Pariwisata

Melalui produk yang dihadirkan tersebut, perseroan coba memfasilitasi berbagai segmen pasar baik untuk pengguna personal (retail), pelaku UMKM, korporasi, hingga industrial untuk menciptakan hasil cetak (printing output) tiga dimensi yang bersifat koleksi, komersil, ataupun yang dapat menunjang aktivitas bisnis.

Dalam hal ini, printer yang diluncurkan adalah buatan Creality, yang merupakan produsen 3D printer yang berpusat di Shenzen, China.

Produk dari Creality merupakan market leader di dunia khususnya untuk printer 3D jenis desktop yang digunakan oleh segmen consumer/retail.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau