Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peternak Ayam Petelur di Kota Malang Nikmati Kenaikan Harga Telur

Kompas.com, 23 Agustus 2022, 10:16 WIB
Add on Google
Nugraha Perdana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Harga telur ayam ras di berbagai daerah mengalami kenaikan. Di Kota Malang, harga telur berada di kisaran Rp 28.900 per kilogram pada Senin (22/8/2022).

Dibandingkan pada 2 Agustus 2022 lalu, harga telur saat itu masih Rp 26.200. Kenaikan harga telur disinyalir karena biaya pakan yang ditanggung para peternak juga mahal.

Namun, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, Sri Winarni menyampaikan bahwa kenaikan harga membuat peternak ayam petelur memperoleh keuntungan.

Baca juga: Pentingnya Menentukan 'Brand Personality' dalam Bisnis

Si Winarni juga mengatakan tidak ada penurunan produksi telur dari kondisi saat ini. Rata-rata setiap harinya produksi telur dari para peternak di Kota Malang sejumlah 6,47 ton.

"Tidak ada dampak terhadap peternak, dari hasil pantauan Dispangtan, dengan naiknya harga telur bisa menambah penghasilan peternak," kata Sri Winarni melalui pesan WhatsApp pada Senin (22/8/2022).

Menurutnya, Kota Malang bukan merupakan sentra peternak petelur atau jumlahnya hanya 11 orang. Sehingga untuk bentuk bantuan yang diberikan belum ada.

"Yang saya sampaikan bahwa tahun 2022 dan 2023 saat ini kita belum memberikan bantuan, karena tidak bisa tiba-tiba, semua pasti berdasarkan rencana tahun sebelumnya, tahun depan RKPD dan KUA sudah dibahas juga di DPRD kemarin itu belum masuk program," katanya.

Di sisi lain, harga pakan ternak untuk ayam ras petelur masih membuat peternak kelimpungan. Kondisi tersebut seperti yang dirasakan peternak petelur asal Kelurahan Wonokoyo, Kota Malang yakni Sugeng.

Menurutnya, kenaikan harga telur menyesuaikan dengan harga yang ada di pasaran. Selain itu melambungnya harga juga disebabkan karena ongkos biaya pakan ternak yang juga tinggi sehingga adanya penyesuaian.

"Harga pakan naik, harga jagung naik, satu sak konsentrat harga normal Rp 335.000 sekarang Rp 471.000, kalau jagung normalnya Rp 3.600 sekarang Rp 5.900 per kilogram," kata Sugeng saat diwawancarai beberapa hari lalu.

Baca juga: Pelaku UMKM di Maluku Diminta Kembangkan Olahan Sagu

Sugeng menyampaikan naiknya harga pakan sudah dirasakan sejak pandemi Covid-19. Dalam sehari, usahanya itu dapat menghasilkan 60 kilogram telur dari 1000 ekor ayam ras.

Meski begitu, dampak adanya kenaikan harga pakan membuat keuntungan yang diperoleh peternak semakin menurun.

Kondisi itu juga membuat tak sedikit peternak petelur yang harus gulung tikar. Kini di wilayah RW-nya terdapat 4 peternak petelur yang masih bertahan termasuk dirinya.

"Peternak untungnya jadi sedikit. Tapi mudah-mudahan meskipun pakan harganya naik, tapi jangan sampai harga telur terus turun, karena peternak bisa bangkrut. Kalau saya Alhamdulillah usaha ini ada yang bantu suplai pakan jadi harga lebih murah," katanya.

Sugeng mengungkapkan para peternak berharap pemerintah bisa mengendalikan harga pakan yang melambung tinggi. Peternak juga berharap harga pakan ternak bisa stabil agar ada kepastian untuk keberlangsungan usaha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau