Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Marak Pelaku Penipuan Targetkan UMKM

Kompas.com - 04/10/2022, 11:00 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Digitalisasi menyederhanakan banyak hal, termasuk membantu para pelaku UMKM dalam kegiatan operasional mereka sehari-hari.

Namun seiring dengan meningkatnya digitalisasi di sektor jasa keuangan, saat ini jenis penipuan online dan kejahatan siber yang menargetkan pelaku usaha pun berpotensi semakin meningkat.

Penipu mengincar data pribadi pelaku usaha untuk mengambil alih dan menguras uang di rekening, atau bahkan sengaja memanfaatkan kelalaian pelaku usaha dalam bertransaksi digital.

Baca juga: 5 Sifat Buruk yang Justru Dibutuhkan jika Ingin jadi Pengusaha

Masalah ini diperparah dengan masih sangat sedikit masyarakat Indonesia yang menyadari tindakan penipuan dengan skema tersebut.

“Kami mengamati bahwa seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan layanan pembayaran digital oleh pelaku usaha di Indonesia, diikuti juga dengan meningkatnya potensi penipuan online melalui dua layanan tersebut. Kami meminta pelaku usaha untuk lebih berhati-hati terhadap modus-modus penipuan yang menargetkan mereka,” kata Romy Williams, Vice President of Operations BukuWarung dalam keterangan resminya.

 

Mengutip bukuwarung.com, terdapat modus-modus penipuan yang biasanya menimpa pelaku UMKM dan masyarakat secara umum:

1. Iklan

Iklan di media sosial/website ataupun pesan melalui telepon/WhatsApp (bukan melalui aplikasi) yang seolah-olah resmi dari perusahaan penyedia jasa keuangan.

2. Iming-iming

Penipu biasanya mengiming-imingi korban dengan penawaran menarik seperti “bebas biaya admin”, “menangkan hadiah/undian” atau bahkan pemberian “bukti pembayaran palsu” dari pembeli kepada penjual.

3. Minta OTP dan Password 

Seringkali penipu memburu-buru, mendesak bahkan memaksa korban agar segera mengklik tautan, mengisi dokumen ataupun memberikan OTP, username, password, PIN, dan data pribadi penting lainnya seperti nama ibu kandung dan KCP Pembuatan Akun Bank.

Baca juga: Lada Asal Sambas Ikut Pameran di Sarawak

Tips menjaga usaha dari penipuan

1. STOP

Jika Anda menerima permintaan untuk melakukan pembayaran atau memberikan informasi keuangan, luangkan waktu sejenak untuk berhenti dan berpikir terlebih dahulu. Selalu jaga kerahasiaan dan keamanan data dengan tidak memberikan informasi data pribadi kepada siapa pun.

2. Periksa Dulu

Mungkinkah penawaran atau pembayaran ini palsu? Verifikasi langsung semua penawaran ataupun pembayaran dengan perusahaan penyedia jasa keuangan melalui akun media sosial, website atau nomor telepon resmi yang dikenal terlebih dahulu.

Berhati-hati atas akun-akun media sosial, website dan nomor telepon palsu yang melakukan pencatutan nama dan logo perusahaan resmi. Cek akun, website dan nomor telepon resmi dari berbagai penyedia layanan yang melayangkan tagihan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau