Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BTPN Syariah Sasar Perempuan Bengkulu untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Kompas.com - 28/10/2022, 08:49 WIB
Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

BENGKULU, KOMPAS.com - Mayoritas perempuan kerap memikirkan usaha tambahan pendapatan keluarga. Namun tidak sedikit yang terbentur modal hingga impian memiliki usaha hilang.

Saat ini ribuan perempuan Bengkulu mampu mewujudkan impian itu memulai usaha dengan modal Rp 3 juta hingga Rp 5 juta bahkan bisa mencapai Rp 300 juta tanpa agunan.

Kepala Pembiayaan BTPN Syariah, Wilayah Bengkulu, Haspan Fikri menyatakan saat ini sudah ada 4.200 nasabah perempuan tergabung dalam pembiayaan keluarga prasejahtera dari BTPN Syariah.

Baca juga: Nak Taraso Perluas Pasar di dalam dan Luar Negeri lewat Rendang Suwir

"Program ini baru 6 bulan hadir di Bengkulu. Sambutan warga luar biasa ada 4.200 nasabah bergabung dengan 4.200 usaha kecil baru bermunculan," kata Haspan pada wartawan, Kamis (27/10/2022).

Program pembiayaan prasejahtera BTPN Syariah menyasar kaum perempuan minimal usia 18 tahun yang memiliki rencana usaha kecil. Untuk yang belum memiliki usaha akan dibantu Rp 2 juta. Sedangkan untuk yang sudah ada usaha bisa diberi bantuan modal Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Ida, salah seorang nasabah di Kelurahan Sawah Lebar Baru, Kota Bengkulu misalnya ia mengusulkan usaha jualan jajanan khas Bengkulu. Dia mengklaim selama didampingi BTPN Syariah usahanya terus berkembang bahkan mampu menembus pasar Malaysia dan Singapura.

"Saya diajak teman yang telah duluan bergabung. Saya ikut pertemuan rutin dua mingguan. Dalam pertemuan kami dibekali cara berusaha, manajemen keuangan lalu ajukan proposal rencana usaha. Setelah disurvei maka proposal saya diterima. Saat itu Rp 2 juta sekarang usaha berkembang mudah-mudahan bisa dikabulkan tambahan modal lagi," kata Ida.

Baca juga: WhatsApp Hadirkan Program Pasar WhatsApp untuk UKM Lokal

Beragam usaha terbuka dari ribuan perempuan mulai olahan makanan, jualan sayur, pakaian, air minum isi ulang dan beragam lainnya.

Kepala Pembiayaan BTPN Syariah, Wilayah Bengkulu, Haspan Fikri menjelaskan calon nasabah bisa mendapatkan refrensi dari kelompok yang sudah ada di masing-masing kelurahan dan desa. Bila belum ada kelompok bisa menghubungi kantor BTPN Syariah terdekat.

"Saat sudah terdaftar calon nasabah diwajibkan mengikuti pertemuan rutin dua mingguan. Dalam pertemuan itu kita belajar manajemen usaha, keuangan dan lain-lain. Keaktifan calon nasabah mengikuti pertemuan dua mingguan merupakan tolok ukur kami layak atau tidak seorang calon nasabah," jelas Haspan.

Setelah itu calon nasabah akan dibekali pembuatan proposal perencanaan usaha termasuk keuangan. Selanjutnya tim akan melakukan survei dan evaluasi terhadap proposal dan kunjungan ke rumah calon nasabah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau