Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Pembiayaan ke UMKM, BPR Ramai-ramai Lakukan Transformasi Digital

Kompas.com, 15 Desember 2022, 08:58 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) maupun BPR Syariah selama ini banyak bersinggungan dengan aktivitas UMKM. Seiring dengan hadirnya era digital, BPR dan BPRS mulai banyak yang melakukan transformasi digital.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menuturkan, banyaknya BPR dan BPRS yang melakukan transformasi digital lantaran tuntutan nasabah yang menginginkan layanan keuangan secara cepat dan praktis.

“Penting bagi lembaga keuangan seperti BPR dan BPR Syariah untuk melakukan transformasi digital agar nasabah tetap bisa di-maintain karena kebutuhan untuk bertransaksi secara cepat dan setiap saat, bisa dilakukan. Selain itu, dengan melengkapi layanan digital, BPR memiliki kesempatan untuk berkinerja lebih baik karena nasabah akan tetap setia,” ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com pekan lalu.

Baca juga: Menteri Teten Sebut Evolusi UMKM Berperan Penting Menopang Ekonomi Nasional

Eko menjelaskan, karena itu, Eko Listyanto mengapresiasi berbagai lembaga keuangan syariah yang telah melakukan transformasi digital karena hal tersebut bisa mendorong ekosistem syariah di Indonesia menjadi lebih besar.

Selain itu, dia juga mengapresiasi regulator yakni Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang selama ini telah banyak memfasilitasi transformasi digital bagi lembaga keuangan syariah.

“Bank Indonesia dan OJK telah full support bagi lembaga keuangan untuk melakukan transformasi digital. Ini tentu sebuah prestasi tersendiri karena memungkinkan lembaga keuangan syariah semakin bisa menyesuaikan dengan pasar dan membuat ekosistem syariah semakin berkembang,” ujarnya.

Transformasi Digital

Sebagaimana diketahui, sejumlah BPR maupun BPRS mulai banyak yang melakukan transformasi digital untuk merespons permintaan nasabah.

Sebelumnya, BPRS Cempaka Al-Amin bertransformasi menjadi Hijra Bank setelah lembaga keuangan tersebut diakuisisi oleh perusahaan fintech Alami Group. Transformasi dilakukan melalui peluncuran mobile banking Hijra Bank App.

Lainnya ada BPR Universal yang perlahan-lahan juga melakukan transformasi digital untuk melayani nasabah.

Tak hanya BPR maupun BPRS, perusahaan penyedia jasa teknologi informasi pun mulai melirik BPR sebagai target market, seiring transformasi digital oleh lembaga keuangan ini.

Baca juga: OJK: BPR Dituntut melakukan Transformasi Digital

PT Indonesia Digital Identity (VIDA) menandatangani kerja sama dengan PT Mitra Jasa Lima (OpenBank+) untuk menyediakan platform dalam rangka digitalisasi BPR guna memperkuat pelayanan kepada UMKM.

Chief Revenue Officer VIDA Adrian Anwar mengatakan, layanan keuangan seperti BPR merupakan salah satu layanan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dan pelaku usaha mikro dan kecil di Kota Tier 2 dan Tier 3 dalam melakukan berbagai transaksi keuangan terkait bisnisnya.

"Di tengah penetrasi digital yang semakin tinggi ini, tentunya tuntutan industri perbankan, termasuk BPR untuk melakukan berbagai inovasi yang mengakselerasi jumlah nasabah sambil merangkul seluruh lapisan masyarakat juga semakin tinggi, sehingga dapat membantu perkembangan usaha pelaku UMKM pengguna platform digital BPR,” ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau