Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Ahmad Faisol, Lulusan Pesantren yang Bisnis Bibit dan Buah Durian Bawor

Kompas.com - 12/01/2023, 17:00 WIB
Bayu Apriliano,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

BANYUMAS, KOMPAS.com - Durian merupakan salah satu buah yang sangat populer di Indonesia. Tak jarang, setiap daerah memiliki buah durian yang khas seperti durian petruk di Jepara atau durian bawor di Banyumas.

Karena rasanya yang khas, durian banyak dibudidayakan. Buahnya pun menjadi komoditas yang paling dicari saat musim durian tiba pada bulan Oktober-Maret. Muncul hanya setahun sekali, komoditas ini sangat menguntungkan untuk menraup pundi-pundi rupiah.

Seperti yang dilakukan oleh Ahmad Faisol (27), warga Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini sukses budidaya bibit durian hingga jual beli buahnya. Ia menjalani bisnis durian bawor ini sejak setahun yang lalu, setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo Jawa Tengah.

Baca juga: Sedekah Kopi, Cara Haris Lee Promosikan Kopi Purworejo

Faisol menjadi santri di Ponpes An-Nawawi Berjan sejak tahun 2011 silam. Berarti, Faisol sudah 10 tahun mengenyam pendidikan pesantren. Setelah pulang, Faisol tak tinggal diam. Melihat potensi durian bawor di daerahnya, ia kemudian memulai bisnis dengan menjual bibit durian bawor.

"Banyak kalau ditempat kami jenis durian, tapi yang khas dan menjadi andalan adalah durian jenis Bawor yang asli dari Banyumas," kata Faisol saat ditemui di rumahnya pada Rabu (11/1/2023).

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Hortikultura Kemneterian Pertanian RI, durian bawor asli berasal dari daerah Banyumas. Buah yang dijuluki sebagai “King of Fruit” atau rajanya buah ini digadang-gadang menjadi ‘pesaing’ baru di antara varietas durian lainnya.

Ahmad Faisol (27), warga Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini sukses budidaya bibit durian hingga jual beli buahnya. Ia menjalani bisnis durian bawor ini sejak setahun yang lalu, setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo Jawa Tengah.KOMPAS.com/BAYU APRILIANO Ahmad Faisol (27), warga Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini sukses budidaya bibit durian hingga jual beli buahnya. Ia menjalani bisnis durian bawor ini sejak setahun yang lalu, setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo Jawa Tengah.

Selain varietas bawor, Banyumas sendiri memiliki varietas yang mirip monthong. Mereka menamainya dengan sebutan Kromo Banyumas. Varietas yang sudah dilepas oleh Kementerian Pertanian ini memiliki cita rasa kuat dengan rasa yang kuat dan daging yang tebal.

Ahmad Faisol menyebut, bibit durian Bawor yang dibisniskan ini adalah bibit durian hasil semaiannya sendiri. Dalam menyamai bibit durian bawor biasanya batang bawah bibit tersebut menggunakan bibit durian lokal yang akarnya kuat.

Baca juga: Berawal dari Bosan saat Pandemi, Pemuda asal Purworejo Ubah Pakis Hutan jadi Uang

Kemudian, batang atasnya disambung pucuk dengan batang durian Bawor untuk menghasilkan bibit yang unggul. Ia menyebut, ada bibit durian yang terdiri dari 3 akar batang, ada juga yang terdiri dari 4 batang. Tergantung mau menyilangkan berapa varietas di dalam satu pohon.

"Ciri-ciri durian bawor antara lain memiliki daging buah tebal dan berwarna orange, rasa yang manis, serta bijinya kecil. Durian Bawor sudah mulai berbuah di usia 3 an jika nutrisinya tercukupi," kata Faisol.

Ahmad menambahkan, permintaan bibit durian miliknya tak hanya dari Kabupaten Banyumas saja, melainkan sudah sampai Sulawesi dan beberapa wilayah di Indonesia. Penjualan bibit durian miliknya menggunakan metode pemasaran online melalui Instagram @bibitdurian99 .

Ahmad Faisol (27), warga Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini sukses budidaya bibit durian hingga jual beli buahnya. Ia menjalani bisnis durian bawor ini sejak setahun yang lalu, setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo Jawa Tengah.KOMPAS.com/BAYU APRILIANO Ahmad Faisol (27), warga Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini sukses budidaya bibit durian hingga jual beli buahnya. Ia menjalani bisnis durian bawor ini sejak setahun yang lalu, setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo Jawa Tengah.

Dalam sebulan Ahmad Faisol dapat menjual hingga ratusan batang bibit durian dawor. Harga satu batang bibit durian bervariasi mulai dari Rp 10.000 hingga Rp1 juta untuk bibit yang sudah setinggi dua meter.

"Kalau stok bibit saya habis, biasanya saya juga ambil dari tetangga, karena banyak juga di sini yang seperti saya," kata Faisol.

Selain menjual bibit durian, Faisol juga menjual buah durian yang sudah matang. Buah durian Bawor sendiri dijual bisa mencapai Rp 150.000 per kilogram. Satu buah durian sendiri beratnya bisa 2-4 kilogram.

Saat musim durian seperti ini, permintaan akan buah durian semakin banyak. Biasanya ia menjadi pengepul durian bawor di daerahnya khususnya di daerah Kemranjen, Banyumas.

Berkat kegigihannya dalam menjalani usaha ini, omset penjualan bibit maupun buah durian Bawor miliknya mencapai belasan juta rupiah.

"Kita jual full online, ketika ada pesanan biasanya kita antar pakai kargo atau jasa ekspedisi lainnya," kata Faisol.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau