Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siap-siap, Usaha Pakaian Bekas Impor di Kota Malang Diawasi Pemkot

Kompas.com - 24/03/2023, 15:32 WIB
Nugraha Perdana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Para pelaku usaha pakaian bekas impor atau thrift siap-siap diawasi Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Bahkan, Pemkot Malang akan melakukan pemeriksaan keliling ke setiap pelaku usaha.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, kegiatan pemeriksaan menyesuaikan instruksi dari Pemerintah Pusat.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengeluarkan statemen bahwa usaha pakaian bekas impor merugikan industri tekstil dan negara.

Baca juga: 5 Skill yang Harus Dimiliki sebagai Wirausaha, Simak Penjelasannya

"Dari Pemerintah Pusat sudah melarang, kemudian kepolisian juga akan menelusuri. Jadi kami bergerak melakukan pendataan," kata Eko pada Rabu (22/3/2023).

Pihaknya dalam waktu dekat akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap toko-toko dan usaha bisnis thrift di Kota Malang. Beberapa instansi lain juga akan digandeng dalam kegiatan tersebut.

"Kami akan pantau, pemeriksaan secara langsung untuk pendataan ya, kita cek ke tempatnya. Kita juga akan koordinasi dengan Dinkes dan Kepolisian," katanya.

Namun, pemeriksaan itu bukan bertujuan untuk melarang. Para pelaku usaha dilakukan pendataan untuk mengantisipasi seperti bahaya virus pada pakaian bekas impor.

"Setidaknya dalam minggu ini, akan segera kami periksa. Kalau ada yang bahaya membawa virus di pakaian bekasnya, itu akan jadi perhatian khusus," katanya.

Baca juga: Cara Sukses Membangun Usaha Daycare

Sebagai informasi, usaha pakaian bekas impor di Kota Malang sudah menjamur saat ini. Kegiatan thrifting juga digemari oleh muda-mudi untuk mencari pakaian bekas impor yang memiliki kualitas bagus dengan harga terjangkau.

Lebih lanjut, Eko menegaskan, pihaknya akan menyikapi lebih bijak persoalan yang ada agar tak merugikan satu sama lain.

"Para penjual ini juga pengusaha kecil, artinya pemerintah pasti akan bijak dalam menyikapi hal seperti ini. Kami akan lihat dulu di lapangan seperti apa nantinya," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau