Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DJKI Kemenhukham Berikan Sertifikat Indikasi Geografis untuk Salak Sari Intan Bintan

Kompas.com - 22/06/2023, 09:05 WIB
Bestari Kumala Dewi

Penulis

KOMPAS.com, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM terus mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual.

Kekayaan Intelektual berperan dalam memberikan perlindungan hukum atas kepemilikan karya intelektual baik yang bersifat komunal maupun personal, yang merupakan basis pengembangan ekonomi kreatif.

Kekayaan intelektual terdiri dari beberapa bagian, salah satunya adalah indikasi geografis.

Sebagai informasi, indikasi geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

Baca juga: DJKI: Tak Hanya Perlindungan, Pendaftaran Kekayaan Intelektual UMKM Juga Bermanfaat Ekonomi

Keistimewaan Salak Sari Intan Bintan

Beberapa waktu lalu, DJKI Kemenkumham memberikan sertifikat Indikasi Geografis untuk Salak Sari Intan Bintan.

Salak Sari Intan Bintan memiliki dua varietas yang mendapatkan pelindungan sebagai indikasi geografis, yakni Sari Intan 541 dan Sari Intan 295. Kedua varietas salak ini merupakan hasil persilangan dari varietas unggul nasional, antara lain Salak Pondoh, Salak Bali, Salak Mawar, dan Salak Sidempuan yang selama ini dikenal oleh banyak orang.

Suparno, pemilik perkebunan Salak Sari Intan Bintan mengatakan, salak ini memiliki beberapa keistimewaan, seperti aroma yang harum dan rasa manis yang khas, tidak terasa sepat, tekstur daging yang tebal, serta biji yang kecil.

“Kulitnya berwarna coklat tua hingga coklat kehitaman, dengan bentuk buah bulat atau lonjong dan ketebalan buah 0,3 sampai 1,8cm. Buah dagingnya berwarna krem hingga putih kapur dengan tekstur agak renyah. Bijinya juga lebih kecil dari salak lainnya,” papar Suparno saat ditemui di perkebunan salak miliknya yang seluas 1,5 hektar di Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Jumat (16/6/2023).

Untuk menumbuhkannya, salak Sari Intan Bintan harus ditanam pada ketinggian 25 meter di atas permukaan laut (mdpl), pada jenis tanah PMK berkarakter liat berpasir dengan pH 3,9 hingga 4,52.

“Selain kondisi tanah, daerah ini juga memiliki tipe hujan Equatorial dengan curah hujan terjadi setiap bulan yang mempunyai dua puncak hujan, yaitu pada bulan April/Mei dan Desember/Januari,” ujar Suparno.

Baca juga: Pertamina Fasilitasi 50 UMKM Binaan untuk Dapat Sertifikat Halal

Suparno dan istri, pemilik perkebunan salak Sari Intan Bintan di Kepulauan Riau.KOMPAS.com Suparno dan istri, pemilik perkebunan salak Sari Intan Bintan di Kepulauan Riau.

Hasil panen dari perkebunan salak ini, akan dipasarkan ke pelanggan-pelanggan yang sudah menjalin kerja sama dengan cara menghubungi dan memesan langsung melalui para petani salak di kawasan tersebut.

Bukan hanya itu, Suparno mengatakan perkebunan salak ini juga terbuka untuk kunjungan para turis yang ingin ikut memanen pohon-pohon salaknya.

“Buah Salak Sari Intan Bintan dapat dipanen dan dinikmati langsung dari pohon pada usia lima sampai dengan enam bulan. Panen dapat dilakukan sepanjang tahun, paling banyak pada bulan November,” katanya.

Baca juga: Smesco Indonesia Siap Fasilitasi Pendaftaran HAKI Merek Dagang UMKM

Ia mengaku, tidak ragu membagikan keahliannya mengurus pohon salak, menumbuhkan, dan cara memanennya.

Para pengunjung yang datang akan mendapatkan pengalaman langsung dan pengetahuan mulai dari penanaman, cara persilangan bunga jantan dan betina untuk mendapatkan jumlah panen yang melimpah, hingga cara memetik salak.

Meski demikian, menurut Suparno belum banyak orang tahu tentang Salak Sari Intan Bintan ini, termasuk penjualannya yang berlum terlalu luas.

Dia berharap dengan didapatkannya sertifikat Indikasi Geografis dari Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, bisa membuka kesempatan yang lebih luas untuk memasarkan salak Sari Intan Bintan ke seluruh Indonesia, bahkan ke mancanegara.

Baca juga: MenkopUKM Perkuat Sinergi dalam Mempercepat Sertifikasi Halal, NIB, dan SNI bagi UMKM

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau