Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemkot Malang Berantas Rentenir Melalui Peningkatan Usaha Kecil dan Program OJIR

Kompas.com, 1 Agustus 2023, 11:21 WIB
Nugraha Perdana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Pemkot Malang melalui lini usahanya yakni PT BPR Tugu Artha Sejahtera menjalankan program Ojok Percoyo Karo Rentenir atau OJIR. Kini sudah ada sekitar 310 nasabah yang dibantu untuk melunasi hutang-hutangnya karena terjerat rentenir.

Direktur Utama PT BPR Tugu Artha Sejahtera, Nyimas Nunin Anisah Baidury mengatakan, total jumlah uang yang telah disalurkan kepada nasabah yakni Rp 1,57 miliar.

"Total jumlah yang terbantu sekitar 310 nasabah sampai dengan Juni, karena Juli kita belum tutup, dari awal sampai dengan akhir," kata Nyimas pada Senin (31/7/2023).

Baca juga: 4 Pilihan Transaksi Digital yang Kasih Keuntungan untuk Konsumen

Program OJIR berbeda dengan kredit lainnya, karena nasabah membayar hanya angsuran pokoknya setiap bulan dan tanpa agunan.

"Maksimal pinjaman Rp 10 juta dengan jangka waktu maksimal 24 bulan, dengan bunga nol persen, tanpa bunga, tanpa biaya, itu untuk yang terjerat rentenir," katanya.

Syarat utama mengikuti program tersebut yakni warga Kota Malang yang memiliki usaha minimal skala kecil.

Selain itu, bukti pinjaman kepada rentenir, melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan/ kecamatan. Nasabah juga harus membawa fotokopi KTP suami istri, fotokopi KK, dan fotokopi surat nikah.

"Harus punya usaha, kalau tidak punya usaha gimana mau bayar, ini kita hanya meminjami saja, bukan uangnya Pemkot, bukan hibah, ini uangnya BPR, tapi tetap programnya Pak Wali, uangnya masyarakat juga yang deposito dan lainnya," katanya.

Dalam sebulan rata-rata terdapat 30 calon nasabah baru yang mengajukan mengikuti program OJIR. Namun, tidak semua calon nasabah disetujui karena menyesuaikan persyaratan yang ada.

"Karena kami ada prinsip kehati-hatian, terjerat rentenir misal karakternya, tapi usahanya enggak jelas, ya kita tidak bisa, mohon maaf tidak bisa membantu, yang kita bantu yang punya usaha, yang punya niat baik untuk benar-benar terbebas," katanya.

Diakui oleh Nyimas, ada beberapa nasabah masih ada yang terkendala dalam menjalankan usahanya. Meski begitu, pihaknya masih memaklumi dan tetap melakukan penagihan.

Sistem Gandeng Renteng

Ke depan, pihaknya akan menerapkan sistem gandeng renteng kepada para nasabah yang mengikuti program OJIR.

"Tapi kita sekarang sistemnya gandeng renteng, sehingga risiko macetnya kecil," katanya.

Selain itu, bila nasabah program OJIR sudah lunas dapat mengikuti peminjaman modal khusus untuk UMKM. Salah satu pedagang kue, Wahyuning Widyati mengatakan, dirinya sebelumnya ikut program OJIR dan kini menjadi nasabah kredit UMKM.

Baca juga: 3 Alasan Anda Harus Mulai Membangun Usaha Sendiri

Dia awalnya meminjam uang ke PT BPR Tugu Artha Sejahtera sebesar Rp 2 juta untuk melepas dari jeratan rentenir. Setelah lunas, dia meminjam uang Rp 3 juta untuk meningkatkan usahanya.

"Alhamdulillah terbantu, kapok ikut rentenir. Saya awalnya minjam Rp 2 juta, setelah kembali pinjam Rp 3 juta untuk usaha," katanya.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan bahwa program OJIR telah membantu banyak orang lepas dari jeratan rentenir. Pada tahun 2020 program OJIR masih menjangkau 139 nasabah dengan total pinjaman yang disalurkan sebanyak Rp 531 juta.

"Ini Insyaallah benar-benar membantu masyarakat, dan menjadi pilot project di daerah lainnya, percontohan. Saya juga berpesan jangan pinjam ke pinjol (pinjaman online)," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau