Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Ide Peluang Usaha Berbahan Dasar Alam

Kompas.com, 18 Desember 2023, 19:13 WIB
Fransisca Mega Rosa Mustika,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kerajinan tangan dari bahan alam khas Indonesia memiliki ciri khas tersendiri dan telah dikenal luas di dunia.

Setiap daerah di Indonesia memiliki keunggulan masing-masing dalam pembuatan kerajinan tangan, tergantung pada sumber daya alam yang tersedia di lingkungan sekitarnya.

Beberapa bahan alam yang sering digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan di Indonesia antara lain serat alam, kayu, bambu, dan limbah plastik.

Baca juga: Anis Sukses Berbisnis Abon dengan Memanfaatkan Kekayaan Alam Sekitar

Pemanfaatan bahan alam dalam berbagai bisnis tidak hanya memberikan dampak positif pada lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang usaha yang kreatif dan berkelanjutan.

Berikut adalah beberapa ide peluang usaha dengan bahan alam:

1. Serat Alam

Penggunaan serat alam seperti eceng gondok, pelepah pisang, pelepah jagung, daun lontar, dan pandan dapat diolah menjadi kerajinan tangan seperti tas, dompet, topi, alas meja, dan tempat lampu.

Pada umumnya, bahan dari serat alam bisa berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang dan utuh.

Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam, makrame, dan merajut.

Baca juga: 4 Tips Sukses Bisnis Kerajinan Keramik Cantik ala Budijanto, Founder Semaya Clay

2. Kayu

Indonesia memiliki aneka macam kayu, di antaranya kayu jati, mahoni, pinus, sawo, nangka, dan sebagainya.

Produk kerajinan yang dapat dihasilkan dari kayu juga bervariasi, mengikuti teknik pembuatan dan tekstur kayu. Contoh kerajinan dari kayu sangat beragam, seperti kursi, meja ukiran, patung, asbak, perhiasan, mangkuk, alat makan dan masih banyak lagi.

3. Bambu

Bambu juga menjadi bahan alam yang sering digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan.

Bambu dapat diolah menjadi produk kerajinan bernilai tinggi, seperti tas, tempat pensil, dan lain sebagainya.

Selain itu, bambu juga dapat dijadikan bahan untuk membuat furnitur, seperti kursi, meja, dan rak buku.

Baca juga: 4 Hasil Kekayaan Alam Indonesia Ini Bisa Jadi Peluang Bisnis Anda

4. Tanah Liat

Tanah liat yang memiliki elastisitas mempermudah proses pembentukan menjadi bentuk tertentu, dan sebagian besar dari proses ini masih melibatkan keterampilan manusia.

Secara umum, langkah-langkah dalam pembuatan kerajinan tanah liat melibatkan persiapan, pembentukan, penjemuran, pembakaran, dan penyempurnaan.

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau