Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Alasan Pelaku Usaha Harus Punya Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Kompas.com, 4 Maret 2024, 21:16 WIB
Ester Claudia Pricilia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Sumber Forbes

KOMPAS.com - Dalam dunia bisnis, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bisa memberikan dampak positif bagi pelaku usaha, karena itu berarti mereka selalu ingin memperdalam pemahaman mereka tentang pasar, tren, dan potensi bisnis baru.

Melansir Forbes, Michael Gerber, penulis buku The E-Myth pernah berkata bahwa, kewirausahaan membutuhkan semangat keingintahuan yang tak terkalahkan. Rasa ingin tahu terbukti menjadi hal penting bagi seorang wirausaha.

Senada dengan Gerber, Tate Hackert, presiden dan salah satu pendiri ZayZoon (platform pemberdayaan keuangan untuk departemen SDM usaha kecil), menganggap rasa ingin tahu sebagai pemicu yang mendorong pelaku usaha untuk mengajukan pertanyaan yang menantang status quo dan mendorong batas-batas rasa berpuas diri.

Baca juga: Kenali Sifat Seorang Wirausaha, Apa Kamu Termasuk?

Hackert yakin, rasa ingin tahunya memberdayakannya untuk mengejar minatnya, menantang pemikiran konvensional, dan membuka jalan menuju kesuksesan.

Dikutip dari Forbes, berikut beberapa alasan mengapa pelaku usaha perlu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

1. Memengaruhi Perjalanan Karier Bisnis

Rasa ingin tahu adalah segalanya bagi seorang wirausaha. Rasa ingin tahu menjadi penggerak di balik percakapan yang baik, memecahkan masalah, dan memiliki pola pikir tentang pertumbuhan bisnis.

Ketiga kualitas tersebut sangat penting untuk seorang pelaku usaha. Menggabungkan rasa ingin tahu dengan tindakan adalah kombinasi yang kuat, yang mengarah pada kesuksesan. Karier bisnis Anda dapat dibangun dengan ketiga kualitas tersebut.

2. Membangkitkan Kreativitas

Keingintahuan adalah tentang menarik benang merah yang muncul, dan memecahkan masalah untuk mencapai hasil yang baik.

Setiap orang memiliki kemampuan yang sama untuk menghubungkan titik-titik dan menarik kesimpulan untuk menjawab suatu persoalan.

Rasa ingin tahu, membantu pelaku usaha untuk membuka cara berpikir dan menimbulkan pemikiran analogis. Pemikiran itu sering disebut sebagai alat yang ampuh untuk membangkitkan kreativitas hingga menciptakan inovasi.

Dengan mengajukan pertanyaan atas setiap hal, akan mendorong para pelaku usaha untuk terus berupaya menemukan metode baru dalam meningkatkan produk atau layanan yang mereka tawarkan.

Hal ini, dapat membuat mereka lebih terbuka terhadap gagasan inovatif dan lebih berani untuk menjajaki hal-hal yang belum pernah dijelajahi sebelumnya.

Baca juga: 6 Karakter Diri yang Harus Dimiliki Pelaku Usaha dalam Membangun Bisnis

3. Mengubah Mindset

Saat kita tidak mengetahui tentang suatu hal dan mendapatkan pelajaran atau pengetahuan baru, hal itu biasanya akan menimbulkan pertanyaan di benak kita. Hal inilah yang akan menciptakan peluang.

Jika kita datang dengan pikiran bahwa kita sudah tahu segalanya, kita secara otomatis menutup mata terhadap informasi baru.

Sebagai pelaku usaha, Anda perlu fleksibel dalam pemikiran untuk melangkah maju. Rasa ingin tahu akan membantu mengubah mindset Anda dalam segala hal.

4. Memengaruhi Lingkungan Kerja

Pelaku usaha yang memiliki rasa ingin tahu yang besar, biasanya akan membudayakan dan mendorong rasa ingin tahu juga ke dalam tim mereka.

Perkuat rasa ingin tahu dengan pertanyaan, “Mengapa?” ketika seseorang sedang menyajikan sesuatu, dorong karyawan dan tim Anda untuk mengeksplorasi lebih dalam.

Ajukan pertanyaan yang membutuhkan mereka untuk menjelajahi benang merah tambahan dan tidak hanya puas dengan detail di permukaan.

Baca juga: 4 Tips Penting buat Gen Z yang Mau Jadi Wirausaha Muda

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
IPB Perkuat Inkubasi Startup untuk Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi
IPB Perkuat Inkubasi Startup untuk Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi
Program
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Jagoan Lokal
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
Program
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Training
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Program
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Program
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Jagoan Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Jagoan Lokal
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau