Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemilik Sambelku Ledak Ungkap Strategi Hadapi Kenaikan Harga Cabai

Kompas.com - 14/05/2024, 19:00 WIB
Alfiana Rosyidah,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com Setiap orang yang sedang berbisnis, pasti pernah mengalami berbagai kendala. Termasuk bisnis Sambelku Ledak yang dirintis oleh perempuan asal Bogor ini. 

Vira (24) dulu adalah seorang karyawan bank yang kemudian resign dan merintis bisnis Sambelku Ledak. Ia juga menjumpai berbagai kendala. Salah satunya ketika harga cabai sedang naik. 

Kompas.com pun menanyakan lebih lanjut mengenai solusi dari Sambelku Ledak untuk bertahan di tengah kenaikan harga cabai. Vira pun menuturkan strateginya agar Sambelku Ledak tetap bisa dinikmati konsumen. 

Baca juga: Cerita Vira Merintis Bisnis Sambal Lauk hingga Diminati Konsumen Luar Negeri

Tidak Menaikkan Harga

Meski harga cabai sedang naik drastis, Vira tetap tidak mau menaikkan harga cabai. Ia tetap menjual dengan harga dan kualitas yang sama sejak 2018. 

"Kendala kami itu ada di bahan baku, apalagi kalau harga cabai lagi tinggi. Cuma kami enggak ikut menaikkan harganya, bahkan sejak tahun 2018," lanjut Vira. 

Menurutnya, kondisi kenaikan harga cabai masih bisa ia atasi, tetapi berbeda jika bahan bakunya sedang langka. 

Baca juga: Kisah Ridwan, Dulu Jualan Bakso, Kini Populerkan Sambal Khas Makassar

"Kalau masalah harga tinggi masih bisa kami tanggung, cuma kalau langka itu agak susah nyari supplier-nya karena cabainya harus bener-bener fresh," ungkapnya. 

Mengurangi Budget Promosi

Karena enggan menaikkan harga, Vira lalu mengalihkan strateginya ke arah promosi. Cara yang dilakukannya yaitu mengurangi budget promosi yang biasa ia lakukan. 

"Kami biasanya kalau promosi itu bayar ke aplikasi, misalnya Instagram Ads sama Tiktok Ads. Terus ada endorse selebgram juga. Nah, bagian itu yang saya kurangi budget-nya," lanjut lulusan SMA Waskito tersebut. 

Baca juga: Berawal dari Trend Spicy Food Challenge, Sambal Dede Satoe Berhasil Tembus AS

Pengurangan budget promosi ini terus dilakukan oleh Vira hingga harga cabai kembali normal setelah dua hingga tiga bulan. Apalagi setelah momen Ramadan, Lebaran, dan Natal.

"Harga cabai itu pasti naik waktu lebaran, Ramadan, sama Natal gitu. Perkiraan kami, harganya bakal normal setelah dua sampai tiga bulan. Jadi kami juga sudah antisipasi," pungkas Vira.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau