Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanpa Harus Jadi Crazy Rich, Kamu Bisa Hidup Berkecukupan dengan Cara Ini

Kompas.com, 1 April 2022, 08:00 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan marak muncul orang-orang yang mengaku sebagai crazy rich. Mereka muncul di platform medsos dan memamerkan berbagai barang mewah.

Namun di kemudian hari, harta orang-orang yang mengaku sebagai crazy rich itu dipersoalkan karena diduga berasal dari sumber-sumber yang tidak jelas .

Kamu harus tahu bahwa untuk bisa hidup berkecukupan, seseorang tidak perlu menjadi crazy rich. Selain menjalankan bisnis dengan tekun, kamu juga bisa menjadi orang yang berkecukupan karena memiliki pengetahuan finansial.

Baca juga: Cari Tambahan Penghasilan? Ini Bisnis yang Menjanjikan saat Ramadhan

Executive Vice President, Wealth Management Head OCBC NISP Juky Mariska menuturkan, literasi keuangan membuat setiap orang memiliki pengetahuan terkait keuangan.

Lantas, apa saja yang membuat literasi keuangan menjadi penting? Berikut penjelasan dari Juki Mariska:

1. Mampu Mengelola Keuangan Secara Teratur

Dengan memiliki informasi dan wawasan, hal ini akan membuat kamu mampu mengatur keuangan dengan baik. Dengan literasi keuangan, alokasi finansial dapat terdistribusi secara lebih bijak dan terencana sehingga tercipta kondisi keuangan yang sehat dan seimbang.

2. Mengurangi Risiko Menjadi Korban Penipuan

Literasi keuangan membuat kamu memiliki banyak pengetahuan terkait keuangan. Pengetahuan ini akan membantu kamu menyeleksi produk/layanan finansial asli dan mana yang penipuan.

3. Mempunyai Kesejahteraan Hidup

Dalam jangka panjang, literasi keuangan akan membantu kamu mencapai kesejahteraan dan ketentraman hidup.

Di fase-fase awal mempelajari literasi keuangan, kamu mungkin harus meluangkan waktu untuk mempraktikkan ilmunya. Akan tetapi, kesusahan ini akan terbayarkan dengan kondisi finansial lebih baik.

Baca juga: Jangan Salah Pilih! Ini 5 Sumber Modal untuk Bisnis di Bulan Ramadhan

Untuk itu, ada sejumlah tips yang bisa kamu coba agar pemahaman kamu mengenai finansial bisa lebih baik. Adapun tips tersebut yaitu:

1. Pelajari Hal-Hal Berkaitan Dunia Keuangan

Tips pertama mewujudkan melek finansial adalah dengan mempelajari hal-hal berkaitan dunia finansial. Kamu tidak perlu mengambil kuliah di jurusan keuangan guna mempelajari hal ini. Cukup rajin-rajin mempelajarinya melalui buku, materi digital, atau berita terkait keuangan.

2. Biasakan Merencanakan Keuangan Tiap Bulan

Tips berikutnya untuk mewujudkan melek finansial adalah dengan membiasakan diri merencanakan keuangan tiap bulan. Perencanaan keuangan ini akan membantu kamu lebih hati-hati dan disiplin saat membuat pengeluaran.

Selain itu, saat melakukan perencanaan keuangan kamu juga dapat membuat alokasi seimbang untuk kebutuhan sehari-hari, keinginan, dan tabungan.

3. Ingat Target yang Ingin Dicapai

Setiap orang memiliki target-target di masa depan, dan sebagian target ini membutuhkan dana untuk realisasi. Dengan mengingat target-target tersebut, kamu dapat menahan keinginan menghambur-hamburkan uang.

Sebaliknya, kamu justru akan bersemangat mempelajari bagaimana memanfaatkan uang dengan lebih baik dan mengembangkannya agar jumlahnya bertambah.

4. Prioritaskan Kebahagiaan Jangka Panjang

Memprioritaskan kebahagiaan jangka panjang merupakan cara mewujudkan literasi keuangan selanjutnya. Orang-orang yang mengutamakan kebahagiaan jangka pendek akan menghambur-hamburkan pendapatannya tanpa pikir panjang. Mereka tidak akan peduli jika uang mereka habis demi hal-hal tidak bermanfaat.

Akan tetapi, orang-orang dengan prioritas kebahagiaan jangka panjang, kamu akan berpikir dua kali sebelum membeli sesuatu. Dibandingkan untuk menyenangkan diri di masa sekarang, seseorang dengan literasi keuangan tinggi akan mengutamakan kesejahteraan di masa mendatang.

5. Siapkan Tabungan untuk Dana Darurat

Selanjutnya, tips mampu melek finansial adalah menyiapkan dana darurat. Dengan adanya dana darurat, kamu dapat mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kebutuhan pengeluaran tidak terduga.

Jika tidak digunakan, dana darurat akan menjadi cadangan tabungan yang dapat dipakai memenuhi kebutuhan lain di masa depan.

6. Belajar Investasi dengan Konsisten

Mempelajari investasi adalah salah satu cara mewujudkan melek finansial dengan cepat. Faktanya, menyimpan uang saja tidak cukup, karena uang yang disimpan tanpa diinvestasikan akan tergerus inflasi. Dengan belajar investasi secara konsisten, Anda dapat mempelajari cara mengembangkan pendapatan melalui pendanaan ke sektor-sektor produktif.

7. Terapkan Prinsip Hidup Ikigai

Terakhir, tips mewujudkan melek finansial adalah menerapkan prinsip Ikigai, prinsip hidup orang Jepang agar hidup lebih bermakna. Filosofi ini mengajarkan kamu untuk hidup secara seimbang dari hal yang finansial, keinginan, kebutuhan, dan kemampuan yang dimiliki.

Dengan menerapkan prinsip Ikigai, hidup kamu akan lebih tenang dan tentram, karena menjalani hidup berdasarkan kebijaksanaan, bukan hanya berfoya-foya memenuhi kesenangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau