Ini Penyebab Pemerintah Tak Banyak Beli Produk UMKM

Kompas.com - 21/04/2022, 17:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terbatasnya jumlah UMKM yang terlibat dalam kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah karena tidak bertemunya antara permintaan dan penawaran.

Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba mengatakan selama ini pemerintah tidak mengetahui produk-produk yang dihasilkan UMKM. Di sisi lain, UMKM tidak mengetahui barang/jasa yang dibutuhkan pemerintah.

“Persoalan yang saat ini terjadi adalah tidak bertemunya antara supply dengan demand. Jadi pemerintah tidak tahu apa yang bisa dihasilkan oleh UMKM, dan UMKM tidak tahu apa yang dibutuhkan pemerintah,” ungkap dia sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (21/4/2022).

Baca juga: Komitmen Pemerintah Belanja Produk UMKM Capai Rp 481 Triliun

Hanung menyatakan, agar supply and demand bertemu, Kementerian Koperasi dan UKM menggelar business matching tahap II. Hal itu sekaligus untuk meningkatkan nilai transaksi pembelian produk dalam negeri dengan target lebih dari Rp 500 triliun.

Selain adanya business matching, pihaknya juga menyediakan coaching clinic untuk membantu penyedia barang dan jasa utamanya pelaku UMKM menyelesaikan berbagai persoalan.

Misalnya, lanjut dia, terdapat masalah perihal Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) seperti kesulitan membuat halaman khusus e-Katalog lokal.

“Kemudian, kepada pelaku usaha dalam coaching clinic kita bantu masuk e-Katalog, (urusan) sertifikasi-sertifikasi, dan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri),” ucap Hanung.

Direktur Pelaksanaan Anggaran Kementerian Keuangan Tri Budhianto menyatakan potensi belanja PDN sebesar Rp 357,8 triliun dari total anggaran pendapatan belanja negara (APBN) senilai Rp 2.714 triliun.

Baca juga: Punya Ide Bisnis dan Ingin Bangun Startup? Ikuti Program Tanoto Foundation Ini

“Sementara untuk potensi belanja PDN dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dari total anggaran Rp1.193 triliun ialah sebesar Rp389,24 triliun,” kata Tri.

Untuk diketahui, kegiatan business matching tahap II berlangsung dari 11-23 April 2022 yang akan dilanjutkan pada puncak acara di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada 22-23 April 2022.

Promosikan UMKM Anda dengan beriklan di jaringan Kompas Gramedia lewat Pasangiklan.com. Konsultasikan strategi iklan bisnis Anda bersama tim sales Pasangiklan.com sekarang.

Sumber Antara

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.